Pidato Bung Karno Menggema di Jogjogan

_

Gemerecik air sungai Ciliwung yang biasa memecah kesunyian lembah Cilember, Jogjogan, Cisarua Bogor, tenggelam oleh suara pidato berapi-api seratus pelajar, yang selama dua hari adu kepintaran berpidato. Satu demi satu pelajar tampil di podium menirukan gaya Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Para pemenang Lomba Pidato Bung Karno bersama Dewan Juri dan Panitia. (Foto: HW)

Bung Karno dikenal sebagai orator ulung. Kemampuannya berpidato di podium sangat memukau, sehingga beliau juga dijuluki sebagai Singa Podium.

Kemahiran berpidato itulah yang ditiru oleh keseratus pelajar, dalam Lomba Pidato Meniru Bung Karno, yang berlangsung pada tanggak 28 – 29 Agustus 2017, di Citra Alam Riverside, Cisarua Bogor.

Tiga orang Juri menilai penampilan mereka. Ketika Juri itu ialah Soultan Saladin, aktor yang pernah memerankan tokoh Bung Karno dalam film Gie, Raja Dongeng Kusumopriyono dan produser Leles Sudarmanto. Lomba juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa penyaanyi membawakan lagu-lagu perjuangan, dan pembacaan puisi oleh artis Olivia Zalianti.

Menarik mengamati para pelajar berpidato ala Bung Karno. Mereka terlihat serius mengeluarkan segenap kemampuan. Peserta bukan saja menirukan gaya dan cara berpidato Sang Proklamator, beberapa di antaranya juga memakai atau membawa aksesoris yang biasa dipakai Bung Karno, seperti peci, kacamata hitam dan tongkat komando.

Para peserta benar-benar berusaha menunjukkan segenap kemampuan dalam berpidato. Mereka mengacungkan tangan, menuding dan mengepalkan tangan dengan mimik wajah serius yang kadang menunjukkan kegeraman dan kemarahan. Naskah yang dibacakan berisi pidato Bung Karno pada 18 April 1965 di Istora Senayan, Jakarta.

Dari 100 orang peserta terpilih 15 orang untuk mengikuti babak selanjutnya. Dalam final yang berlangsung Selasa (29/7) siang akhirnya ke luar sebagai Juara I Syifa Fauziah, siswa SMK Insan Medika Bogor. Pemenang kedua diraih oleh Andika Pratama, siswa SMP Islam Ruhama Tangsel, Juara III jatuh kepada Reihan Rasyid (SMK Insan Medika). Juara Harapan I dan II masing-masing jatuh kepada Ariq Nurul dari SMAN 109 Depok dan Dimas Satrio dari HSTB Tangsel.

Terpilihnya Syifa Fauziah sebagai pemenang pertama cukup mengejutkan. Ternyata wanita juga mampu membawakan pidato Bung Karno dengan baik. Menurut Ketua Dewan Juri Kusumopriyono, kemenangan Syifa menunjukkan para juri tidak membedakan jender, yang menjadi pemenang adalah yang terbaik.

“Juri menilai intonasi, gesture, kemampuan retorika dan roh dalam isi pidato. Ternyata walau pun seorang perempuan, Syifa membawakannya dengan baik sekali,” kata Kusumo.

Ketika diwawancarai usai perlombaan, para peserta mengaku telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti lomba ini. Mereka digembleng oleh guru masing-masing di sekolah, selain berlatih sendiri di rumah. Di luar itu rata-rata mereka mengagumi sosok Bung Karno.

“Saya suka dengan ketegasan Bung Karno. Dia bukan hanya hebat dalam pidato, tetapi pemikiran-pemikirannya luar biasa,” kata Syifa yang meraih hadiah Rp.5 juta dan Piala dari Citra Alam Riverside.

Lomba ini memperebutkan Piala bergilir dari Citra Alam Riverside, Piala Menpora dan Piala Kwarnas Pramuka. Lomba Pidato Bung Karno diadakan setiap tahun di tempat yang sama,  tahun ini merupakan yang ketiga kali diadakan.

“Lomba ini bagus untuk mengajar anak-anak lebih mengenal tokoh-tokoh bangsa. Dengan kegiatan semacam ini anak-anak muda akan lebih menghormati para pendiri bangsa,” kata Soultan Saladin.

Share This: