Kapolri Serahkan Pedang Pemberian Kerajaan Arab Saudi ke KPK

_

Sekertaris Pribadi (Sespri) Kapolri) Dadang Hartanto mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporan pemberian cendera mata berupa pedang emas dari Kerajaan Saudi Arabia kepada Polri. Pejabat negara dilarang menerima pemberian apa pun dari pihak lain, karena itu dianggap gratifikasi.

“Saya datang ke sini ingin menyampaikan laporan gratifikasi, ini merupakan bentuk kepatuhan pak Kapolri,” ungkap Kepala koordinator sekertaris pribadi Kapolri, Dadang Hartanto kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Laporan kepada KPK diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo UU Nomor 20 tahun 2001 pasal 12c ayat 2 dan UU Nomor 30 tahun 2002 pasal 16 tentang KPK, di mana setiap pejabat negara harus melaporkan ke KPK setiap pemberian yang diterimanya dari tamu negara. Laporan tersebut selambat-lambatanya sudah disampaikan ke kPK, 30 hari setelah diterima.

“Nah ini kita laporkan apakah masuk kedalam gratifikasi atau tidak. Kalau tidak akan diserahkan kembali dan dipajang di satu tempat,” ungkapnya.

Hartanto juga mengklarifikasi pemberitaan yang beredar, yang menyebtukan pedang tersebut yang berasal emas (pedang emas).

“Faktanya setelah  kita buka, pedang sepanjang 1 meter di dalamnya berwarna perak, dengan bungkus warna keemasan. Jadi perkiraan kami ini bukan pedang dari emas. Tapi pedang berwarna keemasan,” ungkapnya.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif mengungkapkan, cendera mata itu diberikan sebelum kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia. Tetapi diberikan saat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi bertemu Kapolri pada 27 Februari lalu.

Pedang tersebut merupakan hadiah yang melambangkan keamanan dan pertahanan. Dengan adanya bingkisan itu, diharapkan hubungan Indonesia dengan Arab Saudi semakin erat untuk menjaga keamanan negara.

Ketika Kapolri  juga menyerahkan sebuah plakat kepada pihak Kerajaan sebagai sebuah cinderamata.

“Ini pertukaran cinderamata biasa. Mengenai keaslian pedang  ini emas atau tidak, nanti aka dicek bagian gratifikasi.  Biasanya butuh waktu 10-15 hari menyelesaikan laporan, setelah itu kami akan laporkan apaka bisa disimpan atau diletakan di museum, nanti akan kami laporkan,” ungkap Laode.

 

 

Share This: