Pilkada DKI: Banyak Yang Tidak Bisa Mencoblos

Warga mencari namanya dalam daftar pemilih yang ditempel di TPS-1 Petamburan, Jakarta Pusat, dalam Pilkada DKI, Rabu (15/2) - Foto HW
_

Pilkada DKI 2017 kali ini telah menciptakan rekor pemilih yang cukup tinggi. Partisipasi pemilih mencapai 78 persen, naik dibandingkan Pilkada 2012, sebanyak 65 persen dan putaran kedua 68 persen.

Namun demikian keluhan dari pemilih yang tidak bisa menggunakan hak suaranya masih terdengar di sana-sini.

Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat, Prasetio Edi Marsudi, mengaku mendapat laporan bahwa banyak masalah yang terjadi di sejumlah tempat pemungutuan suara (TPS).

Di sejumlah TPS, kata Prasetio, masih ada pemilih yang tidak mendapatkan fomulir C6 atau undangan untuk memilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Kendala itu membuat ada sejumlah pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Prasetio menilai hal itu sebagai bentuk ketidakprofesionalan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.

“Kami masih menemukan penyelenggaraan yang belum professional. KPUD dan Bawaslu DKI Jakarta. Di berbagai tempat suara banyak nama pemilih yang tercantum dalam DPT tapi tidak mendapatkan surat C6.

Lalu ada pemilik suara yang belum mendapatkan hak pilihnya. Kami masih mengumpulkan laporan-laporan dan akan menelusiri laporan itu dan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ujar Prasetio, di Posko Pemenangan Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Secara terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengatakan di kawasan Pantai Indah Mutiara, ada 1.000 pemilih yang belum mendapat formulir C6 atau fomulir panggilan memilih. Begitu juga di TPS 37 di Jalan Veteran, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Ace menyebut masih banyak yang tidak memilih.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dalam komperensi pers yang berlangsung di kediamannya, Kebagusan, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 2017.

Meskipun mengapresiasi tingginya partisipasi dalam Pilkada DKI, namun dia menyesalkan masih adanya laporan tidakprofesionalan penyelenggara Pilkada, sehingga ada calon pemilih yang gagal mencoblos.

“Tadi juga banyak keluhan dari berbagai wilayah di Jakarta ini dari peserta pemilu yang berkeinginan untuk mencoblos. Tapi rata-rata keluhannya surat suaranya sudah habis, sehingga tadi saya melaporkan ke Kemendagri, karena menurut saya Indonesia ini negara hukum, sehingga hak warga negara secara hukum itu sama. Beda kalau mereka tidak datang, itu artinya golput. Tapi ini banyak yang menyatakan sudah menunggu tapi tidak diberi kesempatan, sampai waktunya habis dan TPS ditutup. Ini harus sehingga saya minta hal ini ada solusinya. Karena bagi saya satu suara itu harus kita perjuangkan,” papar Megawati.

Presiden PKS Sohibul Imam Wiranu yang memberikan konperensi pers bersama Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pasangan calon nomor 3 Anies Baswedan – Sandiaga Uno mengatakan proses demokrasi berjalan dengan baik dan tertib.

“Walau ada di sana-sini ada gangguan yang dapat ditoleransi. Ini membuktikan kehidupan demokrasi kita semakin baik, sejak Pilkada serentak 2015 dan Pilkada kali ini yang kedua demokrasi sematkin matang. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jakarta yang antusian terhadap masa depan Jakarta dan kebaikan Jakarta. Ini ditandai dengan partisipasi tertinggi, 78 persen,” kata Sohibul.

Terkaiat banyaknya keluhan warga yang tidak bisa mencoblos, Ketua KPUD DKI Sumarmo mengatakan kemungkinan calon pemilih tidak memenuhi syarat. “Kami ingin ketat. kalau tidak memenuhi syarat, tidak bisa mencoblos,” katanya.

 

Share This: