Polisi akan Periksa Miryam terkait Penyerangan Novel Baswedan

Kadiv Humas Mabes Polri (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya
_

Memasukinhari ke-35 kasus penyerangan terhadap Penyidik KPK, Novel Baswedan, pihak lepolisian akan memeriksa sejumlah pihak, terkait kasus-kasus yang pernah ditangani Novel saat menyidik kasus korupsi yang ditangani KPK. Langkah polisi untuk mencari pelaku dibalik penyerangan air keras terhadap Novel.

“Pak Novel kan pernah menagani kasus, atau sedang nangani kasus, nah kita harus tanya itu, kasus kasus yang sudah ditangani apa saja. Misalnya yang sudah apa di situ kira kira, ada yang sakit hati tidak di situ, punya potensi semua di situ, itu perlu kita lakukan penyelidikan di situ,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Kepolisia juga berencana memeriksa Miryam karena berpotensi menyimpan dendam atas penetapannya sebagai tersangka, dalam kasus dugaan memberikan keterangan palsu di persidangan perkara Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

“Misalnya e-KTP, ¬†ya kita pun juga melakukan interview ya seperti ibu Miryam kita-kira yang berasangkutan ada potensi atau tidak?,” katanya.

Selain itu, kepolisian juga berencana akan memeriksa beberapa saksi yang juga disidik oleh Novel, seperti kasus dugaan korupsi suap uji materi Undang-Undang No 41 tahun 2014 tentang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang menyeret hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

“Kemudian ada lagi kasusnya si MK itu, potensi ada tidak di situ, karena ada yang sakit hati di situ, makanya ini perlu kita sidik, semua kemungkinna potensi itu ada semuanya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Pimpinan KPK, Alex Marwata menjelaskan bahwa pihaknya pun mempersilahkan pihak Polda Metro Jaya yang berencana memeriksa Miryam termasuk pihak-pihak lain yang diduga terlibat karena punya dendam.

“Silahkan saja,” ujar Alex di Gedung KPK, Rabu (17/5/2017).

KPK juga akan memberikan izin yang diperlukan pihak kepolisian jika nanti akan memeriksa Miryam ataupun pihak lainnya, yang menjadi fokus kepolisian, yang tengah memeriksa sejumlah pihak terkait kasus-kasus yang pernah ditangani Novel saat menjabat sebagai Penyidik KPK.

Menurut Marwata, untuk pemeriksaan terhadap Miryam, memang perlu ada koordinasi antara kepolisian dan KPK, karena Miryam tahanan KPL.

“Miryam merupakan tahanan KPK. Kalau dimintai keterangan¬†oleh pihak kepolisian, pasti nanti akan dikirimkan surat. Kita akan berikan ijin untuk memeriksa yang bersangkutan. Pada prinsipnya, KPK tak bisa melarang sepanjang polisi memang membutuhkan keterangan Miryam,” tegas Alex.

 

Share This: