Polisi Belum Kantongi Penyerang Novel Baswedan

Novel Baswedan menjelang dibawa ke Singapura, Rabu (12/3) pagi. (Foto: Ist)
_

Kurang lebih 22 hari pasca kejadian penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, pihak Kepolisian hingga saat ini belum menemukan pelakunya.

“Dalam kasus Novel, sampai saat ini kita belum menemukan pelakunya. Kita masih melakukan penyelidikan. Penyelidikan dimulai dari TKP yang kami olah,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurut Argo, hingga saat ini polisi masih menelusuri informasi dan melalukan pengecekan, terhadap informasi yang diberikan oleh masyarakat.

“Tentunya banyak informasi yang kami terima dari masyarakat, si A, B dan C.  Masih kami dalami. Kita kan harus sesuai dengan fakta hukum di lapangan,” ungkap Argo.

Dari informasi masyarakat tersebut, kepolisian terus melakukan pendalam kembali, guna menentukan siapa pelaku yang telah melakukan penyiraman terhadap sepupu dari Mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan tersebut.

“Jadi bukan identitas pelaku ya. Artinya bahwa dari beberapa informasi tentunya kami menduga duga. Perlu kami dalami kembali. Misalnya tak terlibat ya kami dalami lagi. Semua informasi kami tampung,” ujarnya.

Dalam menangani sebuah kasus, tambah Argo, memang yang cepat dan tak terlalu cepat. Tergantung situasi di lapangan. Ia mencontohkan seperti kasus kedutaan Filipina, berapa tahun belum terungkap pelaku.

Setelah kejadian bom Bali, baru tiga tahun kemudian terungkap pelakunya. Ada juga masalah yang dapat tertangani dengan cepat, seperti di Pulomas, dimana kepolisian mendapatkan CCTV, database tentang pelaku, sehingga bisa cepat mendapatkan pelakunya.

“Ya memang situasi di lapangan menentukan. Tentunya kita masih bergerak untuk mencari bukti bukti yang lain, saksi yang lain yang nanti kami mengarahkan siapa pelaku siapa,” tukasnya.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang tak dikenal usai menjalankan solat subuh berjamaah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada selasa (11/4) lalu.

Akibat penyerangan tersebut Novel mengalami cedera yang serius di bagian mata dan wajahnya. Saat ini Novel dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura, setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta Eye Center Jakarta Pusat dan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

 

Share This: