Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

Kadiv Humas Mabes Polri (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya
_
Kadiv Humas Mabes Polri (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya

Setelah bekerja keras selama satu bukan, polisi akhirnya menangkap “AL” terduga pelaku penyiraman air keras kepada Penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, penangkapan terhadap “AL” terjadi seusai polisi dari Polda Metro Jaya Bareskrim  bertolak ke Singapura beberpaa hari lalu untuk menemui Novel.

“Dari sana kami mendapatkan keterangan, ada satu orang yang dicurigai. Kemudian, tim dari Polda Metro Jaya, Reskrim melakukan penyelidikan dan upaya paksa penangkapan terhadap seseorang berinisial AL. Sampai sekarang masih didalam penyelidikan, pengembangan dan pengecekan alibi AL,” ungkapnya saat memeberikan keterangannya  di Polda Metro Jaya, Jakarta sekitar pukul 23.00-an WIB, Rabu (10/5/2017).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya juga tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah AL adalah orang yang benar melakukan aksi penyiraman tersebut. Mengingat sebelumnya adanya informasi yang diterima kepolisan dari masyarakat, bahwa ada dua nama yang berinisial M dan H, diduga menjadi pelaku penyiraman terhadap Novel Baswedan.

“Kami lakukan cek alibi, kemudian yang dua orang itu pada saat kejadian pada 11 april tak ada di lokasi. Saksi H berada di bekasi. Saudara nya kami periksa, kalau yang bersangkutan bukan pelakunya. Yang kedua berinisial M, posisinya ada di Tambun. Pak Kadiv sudah sampaikan kalau tim yang ada di Singapura, kami dapatkan foto dari sesorang yang berada di sana. Nah kami kemudian mengamankan seseorang berinisial AL. Nah, AL ini masih kami dalami,” bebernya.

Kepolisia  masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AL, untuk mengetahui apakah AL merupakan pelaku penyiraman terhadap Novel.

“Sedang kami cek CDR, handphone, saat kejadian dimana kami cek. Jadi kami masih bekerja. Ini belum dipastikan ini pelaku atau bukan. Tapi kami masih mendalami dia dimana saat kejadian, sedang apa dan lain-lain,” terangnya.

Penangkapan terhadap AL di Jakarta hari ini, menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Setyo, merupakan hasil dari informasi yang diberikan langsung oleh Novel melalui foto yang diberikan Novel kepada pihak kepolisian.

“Kan sudah dijelaskan, bahwa tim mendapatkan foto dari Novel. Ya dia kalau berikan fotoitu berati dia mengingat atau melihat sehingga diberikan ke tim. Yang penting asas praduga tak besalah. Itu tetap kami hargai hak seseorang sebelum dia terbukti melakukan perbuatan itu,” jelas Setyo.

Hingga kini pihak Kepolisian pun masih mendalami keterangan alibi yang diberikan. Dan statusnya pun hingga saat ini belum menjadi tersangka.

Terkait adanya penangkapan, KPK melalui Juru Bicaranya, Febri Diansyah pun mengucapkan terima kasih kepada tim Polri  yang terus bekerja untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel.

“Prinsipnya tentu kita smpaikan terimakasih pada tim Polri. Karena sampai hari ke-29 setelah penyerangan tersebut masih bekerja terus. Harapan kami, smg penangkapan ini menjadi awal untuk mengungkap siapa otak pelaku dari serangan terhadap penyidik KPK tersebut,”

Komunikasi terkait progress penanganan kasus itu, menurut Novel, sudah dilakukan antara KPK dengan Polda Metro.

“Untuk penangkapan seseorang yang diduga pelaku akan kita koordinasikan lebih lanjut,” tukasnya.

Novel Baswedan, Penyidik Senior KPK, pada (11/4) lalu diserang oleh 2 orang tidak dikenal, pasca sshlat Subuh di Masjid sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.   Akibat kejadian tersebut mata Novel cedera.

Hingga kemarin, hasil kegiatan observasi yang dilakukan tim medis di Singapura menunjukkan mata kanan Novel bagus. Tekanan normal 15, ada pertumbuhan selaput kornea dan tidak ada infeksi.

Sedangkan mata kiri yang lebih banyak terpapar cairan air keras, tekanan mata 19 (lebih tinggi dari kanan), penumpukan kalsium stagnan, dan Pembuluh darah sekeliling bola mata yang berfungsi hanya samping kiri. Diharapkan ada peluang aliran darah dari sisi kiri bola mata bisa memenuhi dan merangsang pertumbuhan pembuluh darah bagian lain.

 

Share This: