Sobat Budaya, Bandung Fe Institute dan IA TB Menggelar Pra Peluncuran Buku Kode-Kode Nusantara

balai-kita-photo-balai-kita-kode-nusantara
_

Sobat Budaya bersama Bandung Fe Institute dan Ikatan Alumni Institute Teknologi Bandung (IA TB) bekerjasama menyelenggarakan pra-peluncuran buku Kode Nusantara. Sebuah buku yang memuat tentang informasi telaah sains mutakhir atas jejak-jejak tradisidi kepulauan Indonesia. Peluncuran dilakukan beberapa hari yang lalu pada 12 Januari 2017

Acara yang digelar pada tanggal 12 Januari 2017 di sekretariat IATB bertujuan untuk saling bertukar informasi pengetahuan budaya. Dengan adanya kerjasama dengan Ikatan Alumni kampus sains dan teknologi ITB, diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui program Kode Nusantara.

Budaya adalah mahligai informasi-informasi yang tak terstruktur (unstructured). Memandang budaya semata-mata sebagai tradisi menjadikan budaya itu “tergagap” dalam tren kehidupan modern di kekinian era informasi di mana semua hal dirayakan sebagai data, pengelolaan, penyimpanan, dan pengembangan yang terstruktur (structured). Tantangan sains dan teknologi modern hari ini untuk menumbuhkan kekayaan warisan budaya tradisional Indonesia di kehidupan modern adalah menumbuhkan informasi budaya yang tak terstruktur tersebut ke dalam ranah yang terstruktur.

Hal inilah yang diawali dari sebuah gagasan untuk membentuk gerakan sejuta data budaya (GSDB). Pendataan budaya adalah langkah awal yang berusaha memberikan peluang “menstrukturkan” apa yang tak terstruktur menjadi struktur-struktur meta-data. Data yang terstruktur adalah pintu yang terbuka lebar bagi penerapan sains dan teknologi modern di dalamnya. Data budaya yang terstruktur juga adalah jendela yang berpeluang memberi pemahaman “baru” atas berbagai pengetahuan dan kebijaksanaan yang terkandung warisan budaya tradisi lama tersebut di mata anak-anak modern Indonesia, bahkan dunia.

Catatan-catatan kerja-kerja pendataan, penelitian, hingga berbagai inovasi inilah yang kemudian dikompilasi menjadi sebuah buku yang berjudul “Kode-Kode Nusantara.”

Buku Kode-Kode Nusantara mengajak pembaca untuk menguak berbagai informasi yang terkodekan dalam raga ekspresi budaya yang sebagian sudah akrab dalam keseharian pembaca yang dilihat sebagai bentuk tradisi, permainan tradisional (dolanan), objek wisata hingga berbagai kebiasaan sosial rutin orang-orang di Kepulauan Indonesia.

Buku ini memberikan kesaksian penelitian kompleksitas bahwa adanya pengetahuan yang terkuak ketika kita berhenti melihat budaya sebagai tradisi belaka. Jejak-jejak matematika dalam batik, geometri semesta alam dalam ukiran tradisional, rekayasa teknologi pada warisan arsitektur, dan pola-pola nada menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang begitu luar biasa.

Dalam kesempatan pra-peluncuran buku tersebut Hokky Situngkir sebagai penulis buku Kode-kode Nusantara sekaligus presiden Bandung Fe Institute menceritakan ringkasan dan hubungan Kode Nusantara dengan pengetahuan budaya dalam upaya perlindungan budaya. Ia menjelaskan bahwa, “Semakin suatu budaya bertahan, semakin besar pula peluang akan arti pentingnya untuk terus bertahan pada masa yang akan datang. Karena ketika sains dan teknologi termutakhir diarahkan untuk menyimak berbagai koleksi hasil karya cipta tradisi yang begitu beragam di kepulauan Indonesia, inspirasi dan mimpi indah peradaban modern justru semakin mungkin terwujud.”

Membaca budaya tradisi Indonesia sebagai Kode-kode Nusantara berarti menjelajahi berbagai misteri di balik tradisi nusantara dengan menggunakan berbagai tren seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi modern. Kode-kode Nusantara adalah ajakan berpetualang dalam rimba keberagaman budaya Indonesia yang inspirasinya tak hanya bisa dinikmati oleh kelompok etnik dan masyarakat adat budaya tradisional, namun untuk semua orang yang menghirup udara modern. Pelestarian warisan budaya tradisional Indonesia tak hanya memberi gambaran identitas tentang siapa orang Indonesia, namun juga memberi energi kreatif dan inovasi modern, yang memberi inspirasi bagi kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu Siti Wulandari selaku Ketua Umum Sobat Budaya menjelaskan bahwa, “Pendataan budaya mutlak penting untuk dilakukan, karena dibalik banyaknya budaya yang tersebar di Nusantara menyimpan banyak pengetahuan. Dari 33.045 data yang telah dikumpulkan, telah menghasilkan banyak temuan pengetahuan yang terangkum dalam Buku Kode-Kode Nusantara. Sehingga, Kode-Kode Nusantara bisa menjadi bukti nyata bahwa pendataan budaya mutlak penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Share This: