Presiden Minta 6 Hal Pendukung Pariwisata Dituntaskan

_

Presiden Joko Widodo saat Rapat terbatas bersama para Menteri Kabinet Kerja melihat permasalahan dalam hal tata ruang di daerah atau wilayah tujuan wisata. Ia berharap agar permasalahan itu dapat segera diatasi oleh jajarannya. Ada enam hal yang ditekankan Presiden di 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas. 

Presiden Joko Widodo menginstruksikan pengembangan infrastruktur 10 destinasi prioritas terutama di 4 destinasi super prioritas pariwisata seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo diselesaikan pada 2020.

Seusai Rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019) Menteri Arief Yahya mengatakan, Presiden meminta pembangunan infrastruktur dasar penunjang sektor pariwisata harus diselesaikan pada 2020.

“Yang diinginkan Presiden pada 2020 semua infrastruktur dan utilitas dasar seperti Atraksi, Akses, dan Amenitas (3A) harus selesai,” kata Arief Yahya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai pihak terkait untuk merampungkan pembangunan infrastruktur di empat destinasi wisata super prioritas hingga 2020.

Menpar Arief mencontohkan, pada salah satu destinasi super prioritas yaitu Danau Toba. Dari sisi atraksi salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu harus mendapatkan sertifikat Unesco Global Geopark (UGG) pada 2019.

“Dalam framework, pengembangan destinasi itu selalu menggunakan konsep 3A jika ingin menjadi global player maka harus menggunakan global standar. Dengan masuknya geopark di Indonesia dalam daftar UGG, berarti meningkatkan promosi destinasi wisata bahkan hingga ke level dunia,” katanya.

Kedua dari sisi akses yaitu bandara Silangit pembangunannya harus selesai dan menjadi bandara Internasional. Sementara pembangunan jalan tol dari Kualanamu – Tebing Tinggi juga harus selesai pada 2020.

“Dari sisi Amenitas sudah ada investasi di Danau Toba sebesar Rp6 triliun yang nantinya akan dibangun salah satu contoh adalah pembangunan hotel. Pada 2020 harus sudah selesai dan sudah beroperasi,” kata Menpar Arief.

“Dampaknya, selain dapat mendongkrak jumlah wisatawan asing atau turis, juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekitar obyek wisata serta pemerintah asli daerah dan pendapatan negara,” kata Menpar.

Share This: