Polisi: “AL” bukan pelaku Penyerang Novel Baswedan

Kadiv Humas Mabes Polri (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya
_

Dari hasil pemeriksaan 1×24 jam terhadap AL orang yang sempat diduga pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, pihak kepolisan belum menemukan indikasi kalau AL pelakunya.

“Saat kami periksa (AL) kami belum menemukan kalau dia pelakunya. Sekarang sedang dalam pengawasan kepolisian untuk menunjukkan alibi kalau yang bersangkutan tidak terlibat,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi oleh balaikita melalui pesan singkat, Kamis (11/6/2017).

“Tadi saya sebutkan, tanggal 1 ada di rumah pas off, ngobrol dengan saaudara dan tetangga. Dia seharian di rumah. Kemudian tanggal 11 subuh, jam 24.00 itu ada di kantor. Kan sebelumnya ada di rumah. Nah kami akan periksa siapa saja di rumah, apa dia ada di rumah atau tidak.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, AL mengaku bukanlah pelaku mengingat yang bersangkutan tidak berada di lokasi kejadian pada subuh (11/4) lalu.

“Saksi AL saat tanggal 10 April tak bekerja. Dia di rumah nonton TV bersama saudaranya. Besoknya tanggal 11 April, jam 12 siang dia masuk kantor dengan diantar saudaranya ke stasiun Pasar Minggu, kemudian naik kereta. Turun di stasiun Sawah Besar sambil jalan kaki. Pas pulang dia diantar sama teman kerja yang satu klub,” ungkap Argo.

Namun demikian, pihaknya pun tak lantas percaya dan akan terus menggali keterangan yang diberikan AL kepada polisi untuk mensingkron dengan kejadian yang sesungguhnya.

“Sesuai arahan Pak Kapolri, kami tak percaya begitu saja. Kami cek juga alibinya dia saat tanggal 10 April itu, bener enggak dia libur atau di rumah. Kami periksa saudaranya, bener enggak dia ada di situ. Kami cek juga di tempat kerjanya, kan ada buku mutasi, kami cek dia bener gak dia kerja disitu. Kami akan cek juga orang orang sekitar, apakah dia ada enggak di rumah. Kami cek juga saksi ahlinya,” bebernya.

AL sendiri adalah petugas keamanan di sebuah panti pijat di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kamis (11/5) sore pihak kepolisian menyambangi AL di rumahnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan ke tempat kerjanya di Sawah besar.  Tujuan untuk mendalami informasi dari yang bersangkutan, untuk mensingkronkan dengan kejadian yang sesungguhnya.

Sebelumnya pada (11/4) lalu, penyidik senior KPK, Novel Baswedan diserang oleh 2 orang tak dikenal usai solat subuh di sekitar Masjid di perumahan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat kejadian tersebut mengakibatkan luka yang cukup parah di bagian mata Novel.

Tepat hari ini pula, sudah sebulan insiden penyiraman yang menimpa sepupu dari Anies Baswedan ini, pihak keluarga yang dihubungi balaikita mengutarakan proses pengungkapan pelaku penyiraman oleh pihak kepolisian dinilai lambat.

“Ya kita lihat bahwa perkembangan perkara ini sangat lambat padahal sekarang sdh 1 bulan tapi pelakunya belum terungkap,” kata salah seorang keluarga Novel.

Dirinya mengingatkan, ebelumnya Presiden Joko Widodo sudah meminta polisi untuk bertindak cepat mengusut dan menangkap pelakunya.

“Di perkara seperti teroris dengan bukti yang lebih minim, polisi dapat mengungkap dengan cepat. Dalam kasus seperti ini kecepatan sangat penting. Apalagi dalam kasus teror terhadap Novel ini ditemukan banyak alat bukti, jadi kita melihat polisi tdk ada kemauan untuk mengungkap perkara ini,” bebernya.

Melihat pengungkapan kasus Novel yang lambat ini, pihak keluarga berencana akan berkoordinasi dengan KPK dan lembaga anti korupsi lainnya, untuk membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap kasus ini.

“Itu langkah yg perlu dipikirkan lebih lanjut,” tukasnya.

 

 

 

 

Share This: