Produser Film Chand Parwez Terpilih Jadi Ketua BPI

Ir. Chand Parwes Servia diapit oleh Dewi Umaya Rahman (berkacamata), Ketua GPBSI Djonny Sjafruddin, Ketua Dewan Pengawas BPI terpilih Jimmy Haryanto (paling kiri) dan beberapa insan film lain usai pemilihan Pengurus BPI tahun 2017 - 2020 di Hotel Santika Jakarta, Rabu (23/2) dinihari. (Foto: Ist)
_

Produser film Ir Chand Parwez Servia terpilih sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2017-2020 pada Rapat Paripurna BPI di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (23/2/2017) dinihari. Mendampingi Chand Parwez, terpilih Dewi Umaya Rahman dari Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi).

Chand Parwes yang diwawancarai usai terpilih mengatakan, baginya industri perfilman ini sudah menjadi sebuah passion, way of lifenya. Menurutnya  BPI merupakan  wadah yang dibutuhkan oleh perfilman. Bukan hanya kegiatan produksi, tapi kegiatan lain yang bisa menumbuhkan industri perfilman dalam berbagai sektor.

“Saya tadi ke sini hanya datang untuk melihat bagaimana BPI ke depannya. Belum  terpikir untuk menjadi Ketua Umum. Tapi karena floor mengusung , akhirnya saya melihat dari floor melihat keperdayaan dan amanat itu, saya terima. Kalau pun saya menang itu berkat kepercayaan yang diberikan semua. Insya Allah amanat ini akan saya jaga sebaik-baiknya,” kata Parwez.

Proses pemilihan pengurus BPI periode 2017-2020 berlangsung di akhir sesi sidang pleno, yang dimulai sejak 20 Februari 2017 yang dihadiri oleh lebih dari 56 perwakilan organisasi perfilman.

Terpilihnya Chand Parwez yang dikenal sebagai produser film PT Kharisma Starvision Plus mengalahkan calon lainnya, M Abduh Aziz yang merupakan Direktur PFN dengan perbandingan perolehan suara 26:18.

Di struktur Wakil Ketua Umum, sejumlah nama masuk sebagai bakal calon yaitu Totot Indrarto, Gusti Randa, Dewi Umaya, dan Sonny Pudjisasono.

Kemenangan Dewi Umaya sebagai Wakil Ketua Umum BPI 2017-2020 terjadi setelah pada pemilihan Wakil Ketua Umum putaran pertama, suara Dewi sama dengan raihan suara Toto Indarto, yakni 13 suara. Pemilihan kemudian diulang lagi, dan selanjutnya Dewi Umaya meraih 28 suara, sedangkan Totot Indrarto yang meraih 17 suara.

Sebelum memilih Ketua Umum dan Wakilnya, para peserta yang memiliki hak suara telebih dahulu  memilih nama-nama untuk duduk sebagai ketua bidang. Dari pemilihan ini Bidang Penelitan dan Pengembangan diraih oleh Tito Imanda (23) mengalahan Budi Wibawa (15), Bidang Promosi Lokasi diraih Lalu Roisamry (20), dan Evry Joe (17), Bidang Advokasi Kebijakan diraih Alex Sihar (26), dan Akhlis Suryapati (14).

BIdang Apresiasi dan Literasi diraih Naswan Iskandar (10), Budi Sumarno (10), dan Adrian Jonathan Pasaribu (18); BIdang Organisasi dan Jaringan diraih Gunawan Paggaru (22), dan Sidi Saleh (19).

Bidang Festival Dalam Negeri dan Penghargaan diraih Leni Lolang atau Muspita Sari (33), setelah pesaingnya Daniel Rudi Heryanto mengundurkan diri dari pencalonannya. Bidang Informasi dan Komunikasi diraih Tya Subiakto (20), dan Lulu Ratna (19).

Sementara bidang-bidang yang tidak memiliki pesaing dan langsung menjadi Ketua adalah Bidang Perlindungan dan Mediasi (HRM Bagiono SH MBA/33), Bidang Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri (Dimas Jayasrana/29), dan Bidang Fasilitasi Pembiayaan Film (Agung Sentosa/37).

Kepengurusan BPI kali ini juga menghadirkan sejumlah Ketua Dewan Pengawas terdiri dari Adisurya Abdi (Ketua Dewan Pengawas Kegiatan Perfilman), Agni Aryotama (Ketua Dewan Pengawas Profesi Perfilman), Jimmy Haryanto (Ketua Dewan Pengawas Usaha Perfilman), dan Gerzon Aryawaila (Ketua Dewan Pengawas Pendidikan Perfilman).

Usai pemilihan yang berlangsung hingga pukul 03.30 akan dilanjutkan pelantikan Pengurus BPI periode 2017-2020 pada hari yang sama pukul 09.00 WIB.

Ketua Pusbang Perfilman DR. Maman Wijaya mengapresiasi jalannya Rapat Paripurna BPI kali ini, yang dinilainya lebih berkualitas, konstitutional dan mewakili semua unsur dalam perfilman. Pusbang sendiri tidak ikut campur terlalu jauh dalam proses persidangan maupun pemilihan, karena posisi pemerintah dalam hal ini, menurut Maman hanya memfasilitasi kegiatan.

Share This: