Program Beasiswa Harus Menghasilkan SDM Unggul

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono memberikan lembaran simbol beasiswa kepada salah seorang penerima beasiswa, dalam acara Festival Beasiswa Nusantara II di Senayan, Jakarta, Minggu (25/11/2018) - Foto: HW
_

Program beasiswa yang digelontorkan oleh pemerintah, harus dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, khususnya di bidang pertanian, kemaritiman, ekonomi kreatif.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampurno, menyampaikan hal itu ketika membuka Festival Beasiswa Nusantara II hari kedua, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, 25 November 2018.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Dino Patijalal, Wakil Ketua Umum Forum Rektor Sutarto Hadi, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag.
Prof. Dr. Phill Kamaruddin Amin, MA, Sekjen DPD RI Dr. Reydonnyzar Moenek, ribuan calon penerima beasiswa dan undangan lainnya.

Nono Sampono mengatakan, lulusan pendidikan tinggi di Indonesia baru mengisi 7,2 persen dari angkatan kerja. Kita masih kalah dengan Malaysia yang mencapai 20,4 persen.

Oleh karena itu investasi di bidang sumberdaya manusia melalui beasiswa dan pendanaan riset merupakan investasi yang sangat penting.

Menurut Noni dana Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2018 dana mencapai Rp. 46 trilyun. Diharapkan program beasiswa dan riset bisa dioptimalkan lagi.

Penambahan jumlah beasiswa untuk para pelajar dan mahasiswa sangat diperlukan, karena Indonesia tengah bersiap-siap menghadapi bonus demografi.

“Kita harus sadar sumberdaya alam akan habis. Oleh karena itu kita harus memiliki SDM yang unggul. Dalam menyambut bonus demografi DPD akan bekerja optimal. Itulah sebabnya DPD menganggap penting acara ini.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof. Dr. Phill Kamaruddin Amin, MA, mengatakan, beasiswa dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di indonesia. Selain itu beasiswa dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Indonesia, menurutnya, memiliki semua alasan untuk menjadi negara besar, negara kuat. Secara demografi, 40 persen anak muda.

“Kalau mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tidak ada alasan Indonesia untuk tidak menjadi negara kuat,” kata Kamaruddin.

 

Share This: