Puncak Penumpang Maskapai Udara Terjadi Pada H-9

_

Pola hari libur, menjadi salah satu faktor terjadinya penambahan penumpang yang akan mudik menggunakan transportasi udara pada H-9 dan H-8 Lebaran.

“Penambahan passanger itu paling banyak terjadi pada H-9, H-8 dan H-7 3 hari. Itu sepertinya pola hari libur, jadi orang-orang lebih pilih hari itu,” ungkap Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat ditemui di Posko Mudik Lebaran, Jumat (23/6/2017).

Selain itu disebutkan, penambahan penumpang pada angkutan mudik udara pada H-9, H-8 dan H-7, karena pemudik traumq pada kemacetan yang terjadi di jalan. Oleh sebab itu, pemudik memilih untuk melakukan perjalanan pada 7 hari menjelang lebaran.

Penambahan ini juga terjadi karena bersamaan dengan jadwal libur sekolah anak-anak.

“Sehingga pada hari H tidak terjadi konsentrasi di situ,” paparnya.

 

Secara kumulatif, tambahnya, ada kenaikan sebesar 15% dibanding tahun lalu. Dimana dibanding tahun lalu pada H-9 terjadi kenaikan hingga 15%, sedangkan H-8 terjadi kenaikan sekitar 16%, dan H-7 terjadi kenaikan sekitar 14%.

Jika dihitung secara kumulatif dari H-10 hingga H-2, menurutnya, tadi malam sudah ads kira-kira 2,5 juta penumpang yang diangkut oleh transportasi udara. Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya menjadi titik terbanyak pemudik menggunakan transportasi udara.

 

Share This: