R-80, Pesawat Impian BJ Habibie yang Belum Terwujud

_

Sudah hampir 40 hari (21/10/19) mendatang wafatnya mantan Presiden Republik Indonesia ke Tiga (Almarhum) BJ.Habibie meninggalkan kita semua, namun namanya tetap dikenang, bahkan karya beliau selalu diingat, seorang bapak teknologi dibidang Dirgantara yang memiliki pemikiran yang cemerlang dan luar biasa.

Salah satu cita cita besar beliau yang terus menerus akan diwujudkan adalah hadirnya pesawat type R80. Sebuah jenis pesawat yang diyakini akan mampu menjadi jembatan udara bagi ribuan pulau yang ada di Indonesia.

R80 adalah pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Indonesia Regio Aviasi Industri. Pesawat ini memiliki kapasitas 80 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang.

Sebagai salah satu anak Almarhum BJ. Habibie sekaligus Komisaris Utama Rego Aviasi Industri (RAI) Ilham Akbar Habibie menyatakan siap untuk mewujudkan impian sang ayah, untuk menyelesaikan produksi pesawat R80 karena Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa mewujudkannya.

“Saya kira tugas saya sebagai anak untuk meneruskan impian bapak. Tugas saya menuntaskan R80. Banyak negara pingin punya tapi tak punya SDM, sedangkan Indonesia punya SDM itu,” ujar Ilham saat ditemui di acara Orbit International Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/19).

“R80 ini bukan hanya impian Bapak (Habibie) sendiri, tetapi ini impian seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menyelesaikan R80 kita akan uji terbang pada tahun 2024, lalu ada proses sertifikasi layak terbang dan akhirnya pada tahun 2026 menjadi sebuah maskapai penerbangan di Indonesia. Setelah itu baru kita akan memproduksi untuk di jual di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina, butuh fase langkah demi langkah untuk mewujudkannya, butuh waktu dan kerja keras,”tambah Ilham.

“Meski beliau sudah tiada, namun saya percaya semangatnya beliau, sehingga salah satu faktor yang membuat kita harus meneruskan semangat beliau untuk wujudkan impian seluruh rakyat Indonesia untuk memproduksi pesawat R-80 ,” ungkap Doddy Widjojo selaku Direktur dari Mahkota Group mewakili investor dari pesawat R80 dan didampingi oleh Desra Firza Ghazfan.

Pesawat R80 merupakan pesawat yang murni buatan Indonesia dengan arsitek BJ Habibie (Almarhum). Pembuatannya disponsori PT Regio Aviasi Industri (RAI) dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Rego Aviasi Industri (RAI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang yang didirikan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie (Almarhum) dan putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie.

Untuk mewujudkan hal dibuatnya pesawat R80 ini diperlukan dana yang tak sedikit, selain investor yang direncanakan akan bekerjasama dengan group Mahkota pendanaan pembuatan pesawat tersebut juga dilakukan dengan program Crowdfunding di kitabisa.com dimana masyarakat bisa ikut serta untuk menyumbangkan donasi agar pesawat impian seluruh rakyat Indonesia terwujud.

“Keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai USD 1,6 miliar atau sekitar Rp20 triliun, tapi itu bertahap tidak langsung dengan biaya tersebut. Selain dari investor ada Crowdfunding di kitabisa.com dimana masyakarat bisa berdonasi untuk hal itu,” ungkap Doddy.

Share This: