Rancangan Tenun dan Batik Anna Mariana Jadi Ikon Betawi

Dr. Anna Mariana (kedua dari kanan) bersama Bamus Betawi dan Pelaksana Gubernur DKI Sony Sumarsono, usai peluncuran 8 Ikon Betawi di Balaikota DKi, Senin (6/2) - Foto Ist.
_

 

Perancang mode, kolektor kain tenun dan songket nasional Dr Anna Mariana merasa bangga karena tenun dan batik rancangannya masuk menjadi salah satu dari Delapan Ikon Betawi. Anna menyampaikan rasa bangga dan perasaan haru, ketika ditemui di galerinya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (7/2) siang.

“Saya memang sudah lama memikirkan agar Jakarta, ibukota negara ini juga memiliki pakaian yang menjadi identitas daerah, seperti daerah-daerah lainnya. Tekad saya semakin kuat ketika Bamus Betawi datang ke galeri saya Desember lalu, sehingga saya memutuskan untuk membuat disain tenun dan batik Betawi. Ternyata karya saya dapat diterima. Alhamdulillah,” kata Anna Mariana.

Sehari sebelumnya, Senin (6/1), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan dan meluncurkan delapan ikon Budaya Betawi. Kedelapan ikon tersebut adalah Ondel – Ondel, Kembang Kelapa, Ornamen Gigi Balang, Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok.

Peresmian ini sebagai tindak lanjut peraturan daerah (Perda) No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi. Peraturan daerah ini sendiri sudah diatur teknisnya dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi. Di Peluncuran Ikon Betawi itu, Anna Mariana diharapkan dapat membantu DKI Mendunia melalui tenun.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sonny Sumarsono, usai menghadiri acara peluncuran ikon Betawi di Balai Kota DKI, Minggu (5/2) mengatakan penetapan delapan ikon Betawi ini, agar ada standarisasi dan penyeragaman. Hal ini juga penting untuk menumbuhkembangkan budaya Betawi sebagai budaya asli DKI Jakarta.

“Kita mau Jakarta dibangun dengan semangat Betawi sebagai pondasi melangkah,” kata Soni.

Setelah lahirnya peraturan gubenur  tersebut menurutnya, akan dikeluarkan instruksi dan surat edaran agar ikon Betawi bisa mewarnai seluruh bangunan di Jakarta. Nantinya semua gedung pemerintahan, gedung sekolah dan lainnya akan dihiasi dengan ornamen khas betawi. “Bahkan, seluruh pegawai di DKI Jakarta akan diwajibkan memakai batik Betawi,” ucapnya.

Sonny dalam pidatonya mengharapkan agar karya-karya Anna Mariana di masa depan bisa lebih banyak dan luas lagi. “Agar bisa membantu mempromosikan kain tenun Betawi, dan memperkenalkan ciri khas DKI Jakarta  ke manca daerah. Agar Jakarta bisa menjadi kota Mode yang Mendunia.”

Anna Mariana setuju dengan gagasan Sumarsono tersebut. Ia  sendiri  sudah lama memikirkan dan berjuang melahirkan penenun muda. “Saya menemukan 11  pesantren di Bali, di mana ada anak-anak yang sudah tamat baca Al-Quran, berusia 17 tahun dan diharapkan bisa mandiri. Mereka inilah yang akan kita didik untuk  belajar menenun! Regenerasi itu  mutlak dilakukan secara berkesinambungan,”   ujar Anna mengunci percakapan.***

 

 

Share This: