Rencana Anies Baswedan Wujudkan Stadion Untuk Persija, Dan Dukungan Fahira Idris

_

Kemenangan klub sepakbola asal Jakarta, Persija 2 – 1 atas Mitra Kukar di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (9/12/2018) mengukuhkan Persija sebagai Juara Liga I musim 2018. Gelar Liga 1 melengkapi sukses tim berjuluk Macan Kemayoran ini setelah sebelumnya sukses merebut dua gelar pramusim yaitu Boost SportsFix Super Cup dan Piala Presiden.

Namun di balik sukses yang luar biasa itu, ada ironi yang mewarnai perjalanan Persija, yakni tidak memiliki stadion sendiri, sehingga bila menjadi tuan rumah, tim besutan pelatih asal Brazil Stefano Cugurra Teco ini harus numpang ke kota-kota tetangganya seperti Bekasi atau Bogor. Sedangkan GBK merupakan stasion nasional, meski pun berlokasi di Jakarta.

Sebagai sebuah klub besar, berprestasi, memiliki pendukung fanatik dan berdomisili di Jakarta, sudah seharusnya Jakarta memiliki stadion sendiri.

Menurut anggota DPD RI Fahira Idris, hadirnya sebuah stadion bertaraf internasional dan dikelola secara profesional sudah menjadi kebutuhan Kota Jakarta, bukan sekedar buat gagah-gagahan.

Senator Jakarta Fahira Idris. (Humas DPD)

“Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi sudah jadi kebutuhan. Memang sudah saatnya warga Jakarta punya stadion bertaraf internasional yang dikelola secara profesional. Semoga komitmen kuat Gubernur Anies untuk merealisasikan stadion bertaraf internasional yang juga akan menjadi markas Persija ini segera menemui jalannya,” ujar Fahira di sela-sela kunjungan kerja DPD RI di Kota Semarang (21/11/2018) lalu.

Sebenarnya di masa lalu Persija memiliki stadion sendiri, yang letaknya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Stadion berkapasitas 10.000 orang itu di jaman Belanda tahun 1921 rancangan arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

Pada tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno secara langsung menyerahkan Stadion Menteng untuk digunakan sebagai markas dan tempat berlatih klub ibukota, Persija Jakarta.

Namun, pada tahun 2001, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktakan Stadion Menteng ke Badan Pertanahan Nasional. Lahan yang menjadi lokasi tempat berdirinya stadion dianggap menjadi milih pemerintah DKI, sedangkan Persija hanya memiliki hak guna bangunan.

Tepat tanggal 26 Juli 2006, pukul 07:30 pagi, Satpol PP Pemerintah Provinsi Jakarta yang mendapat bantuan dari kepolisian dan TNI merobohkan bangunan yang sudah ada sejak jaman Belanda itu.

Gubernur Jakarta saat itu, Sutiyoso merubah lokasi tempat berdirinya stadion tersebut menjadi sebuah taman yang kita kenal saat ini sebagai Taman Menteng. Lokasi Taman Menteng tersebut diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 29 April 2007 silam dan tetap bertahan hingga sekarang.

Selama bertahun-tahun, sejak Sutiyoso lengser lalu digantikan oleh Fauzy Bowo, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI, Persija seperti anak yatim piatu, numpang kiri-kanan untuk menjadi tuan rumah.

Dalam kampanye Pilkada DKI tahun 2018 lalu, Anies Baswedan dan pasangannya Sandiaga Uno berjanji akan membangun stadion untuk persija jika terpilih.

The Jak Mania berharap agar Anies Baswedan bisa segera merealisasikan janjinya untuk membangun stadion. Rencananya tanah milik Pemda DKI di Sunter akan dibangun stadion yang diberinama Stadion BMW (Bersih Manusiawi Berwibawa). Namun sampai setahun lebih setelah Anies menjabat, pembangunan stadion yang dijanjikan tidak dilakukan.

Rencana pembangunan itu berlarut-larut karena DPRD menunda-nunda pengesahan anggaran yang diajukan gubernur sebesar Rp. 1,5 trilyun.

Anies Baswedan lalu meminta DPRD DKI Jakarta mendukung program-program yang berkaitan dengan kebutuhan rakyat.

Salah satu caranya yakni dengan menyetujui penyertaan modal daerah (PMD) Rp 1,5 triliun yang diajukan badan usaha milik daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam APBD DKI Jakarta 2019 untuk membangun stadion internasional di Taman BMW, Jakarta Utara.

Fahira Idris berharap polemik pembangunan stadion internasional di taman BMW, Jakarta Utara (Stadion BMW) yang direncanakan manjadi markas Persija segera menemui solusi agar pembangunannya bisa terus berjalan sehingga bisa selesai tepat waktu.

Fahira mengungkapkan, warga Jakarta harus mengawal komitmen kuat Gubernur Anies membangun stadion bagi warga dan tim kebanggaan ibu kota Persija. Ini agar, pada masa kepemimpinan Gubernur Anies, stadion yang berlokasi di Taman BMW ini benar-benar berdiri dan berbagai fasilitasnya bisa dinikmati oleh seluruh warga Jakarta.

Fahira optimis, kemampuan dan pengalaman Jakarta yang berhasil membangun venue-venue olah raga bertaraf internasional bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia seperti Jakarta Internasional Velodrome dan Equestrian Park Pulomas, menjadi modal kuat keberhasilan pembangunan Stadion BWM ini.

“Jadi bukan hanya stadionnya saja yang harus dibangun sesuai standar internasional, tetapi nanti pengelolaannya harus juga profesional dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di luar olah raga. Misalnya konser atau kegiatan kesenian, pameran, atau festival lainnya, sehingga stadion ini.

Nampaknya harapan The Jak agar tim kebanggaannya memiliki stadion sendiri bakal terwujud. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa stadion sepakbola untuk Persija Jakarta akan segera dibangun.

Usai menyaksikan kemenangan Persija atas Mitra Kukar, Anies mengatakan tahap peletakan batu pertama stadion itu akan berlangsung di awal tahun 2019. Ia memastikan sudah tak ada lagi hambatan untuk realiasi pembangunan stadion tersebut.

Anies mengatakan bahwa anggaran pembangunan dan skema gambar pembangunan sudah disiapkan.

“Insya Allah, awal tahun bisa kita groundbreaking. Mulai kita bangun,” kata Anies di Stadion Utama Gelora Bung Karno, usai Persija menang atas Mitra Kukar dan memastikan menjadi juara Gojek Liga 1 2018 pada Minggu (9/12/2018).

 

 

Share This: