Reuni Para Pemain Timnas Era 70-an – 2000-an

Mbah Coco (tengah) bersama legenda sepakbola Indonesia Hery Kiswanto (kiri) dan almarhum Zulkarnaen Lubis (kanan).
_

Para wartawan senior yang bermarkas di “Kandang Ayam” — sebuah tempat di Jl. Daksinapati Raya, Rawamangun, Jakarta —  mendapat kepercayaan untuk  menggelar pertandingan sepakbola antarlegenda tim nasional Indonesia.

Karena pertandingan amal ini  berlangsung di tengah pandemi covid-19,  maka pertandingan hanya diadakan untuk kalangan terbatas.

Bagi penghuni Kandang Ayam yang dikomandani wartawan senior Yoseph Erwiyantoro atau dikenal dengan panggilan Cocomeo (Mbah Coco) kegiatan ini merupakan kesempatan yang ketiga kali.

Tahun 2010, mBah Coco dan kawan-kawan, diberi kesempatan membuat Charity Games, Garuda Merah vs Garuda Putih, untuk menghibur Lucky Acub Zainal, pendiri Arema Malang, dan Rusdi Bahalwan, legenda Persebaya Surabaya. Eventnya di Stadion Gajayana Malang, Malang, 4 Agustus dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 7 Agustus

Event kedua, judul yang sama, Charity Garuda Merah vs Putih, berlaga di Stadion Manahan, Solo, 4 Februari, dan di Stadion Meguwoharjo, Sleman 6 Februari 2016. Kali ini, untuk menghibur penderitaan Sofyan Hadi, Alfin Tuasalamony, dan Mohamad Nasuha, yang menderita penyakit dan cedera berkepanjangan.

Dua event mBah Coco, 2010 dan 2016 mendapat kehormatan penghargaan. Garuda Merah vs Putih di Malang dan Surabaya, dibeli hak siarnya oleh ANTV. Sedangkan, di Solo dan Sleman Jogjakarta, dibeli hak siarnya oleh Trans7.

Saat itu, undangan kedua event ini, rata-rata punya nama besar di level klub, dan juga pemain berbakat, serta pemain nasional. Bahkan, di Malang dan Surabaya 2020, ada tiga pemain asing, yang ikut serta. Yaitu, Irfan Bachdim (Belanda-Indonesia), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman) dan Alessandro Trobucco (Italia).

Lagi-lagi mBah Coco dan Yon Moeis diberi peran, seolah-olah promotor, untuk menggelar event charity, reuni dan kangen-kangenan. Mengundang hampir 100 pemain legenda tim nasional Indonesia. Mereka yang sudah nyatakan hadir, angkatan 70-an, seperti Risdianto, Ronny Paslah, Rully Nere, Marzuky Nyak Mad dkk, hingga Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan Firman Utina dari generasi 2000-an.

Ada pengalaman mBah Coco, tahun 2005 sampai 2009, diberi mandat oleh PT HM Sampoerna Tbk, untuk memilih Legenda Copa DjiSamSoe. Dan, setiap tahun terpilih 11 pemain, dari semua posisi. Karena, keterbatasan wawasan dan waktu, akhirnya hanya memilih yang memang punya catatan apik, dalam perjalanan, selama memperkuat skuad tim nasional.

Saat itu, mayoritas pemain Pra-Olimpiade 1975, Pra-Piala Dunia 1985, serta dua tim SEA Games 1987 dan 1991, dianggap mBah Coco paling layak, dapat penghargaan Legenda Copa DjiSamSoe. Diantaranya, mereka rata-rata yang masih sehat, akan hadir di event kangen-kangenan ini. Dari generasi Maulwi Saelan, Bambang Nurdiansyah, Ricky Yacobi hingga Widodo C Putra, yang diberi penghargaan saat itu.

Mereka kembali akan ngumpul tumplek blek…di Lapangan Sepakbola TNI AU, Pancoran, atau lebih dikenal sebagai Lapangan Aldiron, Sabtu, 11 Juli 2020. Pertandingan antar generasi tim nasional Indonesia, akan digelar pukul 15.30 Wib. Dilanjutkan, makan malam, serta hiburan dan diskusi.

Dari beberapa kali pertemuan dengan para legenda, Risdianto, Marsely Tambayong, David Sulaksmono dan Berti Tutuarima. Akhirnya, nemu tema besarnya “FOOTBALL IS BACK”. Pesannya sangat jelas, bahwa komunitas pencinta sepak bola Indonesia, bermimpi kembali, bisa bermain bola, bisa nonton bola, dan sepakbola nasional bergairah seperti semula.

Dua nama yang dijadikan maskot, adalah Garuda Indonesia vs Primavera-Baretti Indonesia. Tim Garuda Indonesia (bukan PSSI Garuda I dan II), diarsiteki Bambang Nurdiansyah. Sedangkan, pelatih Primavera-Baretti dikelola Rachmad Darmawan. Bahkan, Danurwindo dan Rahim Soekasah (keduanya pelatih dan manajer tim saat itu), sudah masuk dalam list ofisial, yang siap hadir.

Hanya saja, dalam beberapa pertemuan antara pasukan “Kandang Ayam” dengan para legenda. Sangat berharap, bisa mendonasi Junaidi Abdillah, Slamet Pramono, Hary Muryanto (pemain timnas 70-an) dan Safrudin Fabanyo (timnas 80-an), yang sedang mengalami pesakitan berkepanjangan. Namun, Tuhan lebih dulu memanggil Slamet Pramono, Sabtu 4 Juli minggu lalu, setelah mengalami stroke.

Beruntung, mBah Coco dan kawan-kawan diberi jalan, untuk bisa menyumbang para legenda-legenda yang menjalani sakit yang berkepanjangan. Salah satunya, disambut baik oleh Gede Widiade. “Silahkan gunakan lapangan punya saya, gratis tisss,” demikian kata Gede Widiade. “Kalau mau bikin acara sampai malam, juga silahkan, asalnya ikuti protokol kesehatan pemerintah DKI Jakarta,” tambahnya.

Ada dua wartawan di lingkungan sepak bola, yang rela dan nyaman ikutan nyumbang. Suryo Pratomo, yang dulu dikenal sejak jurnalis KOMPAS, hingga MetroTV, dan kini Duta Besar Indonesia, untuk Singapura. Serta, Andi Chairil, sahabat mBah Coco, yang dulunya bareng di Sportif, RCTI, kini sebagai Direktur Produksi Trans7.

Rabu kemarin, Peri Sandria, pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Indonesia, sejak digulirkan 1994, belum ada yang memecahkan rekor, 34 gol dalam satu musim kompetisi. Ujug-ujug menelpon mBah Coco. “Boleh nggak nyumbang 100 t’shirt, bergambar pulau-pulau Indonesia,” kata Peri Sandria, yang menjadi salah satu skuad tim nasional Indonesia, saat meraih medali emas SEA Games 1991, di Manila.

Ada donatur, yang sudah mendonasi sebagian duwitnya, sejak Gilbol Network, perusahaan mBah Coco dan Yon Moeis, saat menggelar Charity Games 2010 dan 2016. Namanya, Danni Irawan. “Saya ikutan lagi nyumbang sedakoh untuk para legenda-legenda,” kata Danni. mBah Coco, hanya bisa bilang, silahkan, asalkan jujur dan rela, bukan untuk mencari panggung pencitraan.

Sebetulnya, di masa pandemi Covid-19 ini, ada banyak mantan pemain nasional yang diundang, dari luar kota. Namun, sampai tulisan ini diturunkan, rombongan dari Jawa Timur, sudah sepakat naik mobil, ketimbang harus naik pesawat yang ribet. Ferril Hattu, Purwono, Hadi Ismanto, Widodo C Putra dan Jaya Hartono (naik kereta), serta Nil Maizer (naik kereta), siap masuk Jakarta. Sedangkan, Fachri Husaini, jika dapat ijin, segera naik pesawat.

Dari informasi tim Garuda Indonesia, ada informasi ke mBah Coco, jika rombongan legenda-legenda Persib Bandung, seperti Encas Tonip, Yusuf Bachtiar, Robby Darwis, Ajat Sudrajad, dan Yudi Guntara, juga siap-siapa lewat darat, masuk Aldiron, Pancoran.

Menjelang event ini digelar, dari teman-teman marketing “dadakan”, ada tawaran. Boleh nggak ngambil streaming event tersebut. Ach…lagi-lagi mBah Coco, bilang “Silahkan”. Namanya juga event kangen-kangenan, dan reuni antara mantan pemain tim nasional senior dan junior. Ini event langka, pasti seru untuk “klangenan”. Mereka menurut mBah Coco, harus membangun persaudaraan, solidaritas dan teamwork yang ciamik, untuk menjadi inspirasi para junior-juniornya, membela “Merah Putih”.

Barusan, Rachmad Darmawan, pelatih tim Primavera-Baretti Indonesia usul, agar pertandingannya, dijadwal 30 menit kali tiga kali istirahat. Ada jedah, lima sampai tujuh menit. Agar, para pemain yang ikut mendaftarkan untuk merumput, semuanya kebagian. Bahkan, RD, panggilan akrabnya, juga bilang, dalam jedah ke-3, ada sahabatnya yang nyumbang t’shirt, untuk dipakai.

Hanya saja, ada yang mencoba menyelidiki. Apakah event ini, ada kaitannya dengan satu klub. Misalkan Persija Jakarta? Karena, lokasi event itu, Lapangan Sepak Bola TNI-AU, Pancoran yang dikelola Gede Widiade, mantan CEO Persija Jakarta? mBah Coco hanya menjawab, bahwa selama berkiprah di dunia jurnalis, bareng Yon Moeis, tak pernah fanatik dengan klub anggota PSSI.

Kami yang membuat event ini, adalah kumpulan para wartawan, yang terbiasa nongkrong, dan meliput semua kegiatan pelatnas, ujicoba atau event resmi tim nasional Indonesia,sejak awal 80-an. Makanya, hanya mengenal para pemain nasional Indonesia. Bukan, pemain klub, coy !!!

TIM GARUDA INDONESIA
Pelatih : Bambang Nurdiansyah
Ofisial Manager : Risdianto, Marsely Tambayong, Berti Tutuarima, David Sulaksmono

PEMAIN : 1. Hermansyah, 2. Patar Tambunan, 3. Didik Dharmadi, 4. Ferrel Hattu, 5. Herry Kiswanto, 6. Fachri Husaini, 7. Rully Nere, 8. Bambang Pamungkas, 9. Ricky Yacobi, 10. Rocky Putiray, 11. Hadi Ismanto, 12. Benny VB, 13. Tias Tono Taufik, 14. Jaya Hartono, 15. Nur’Alim, 16. Marzuki Nyakmad, 17. Louis Mahodin, 18. Ashary Rangkuty, 19. Nil Maizer, 20. Widodo C Putra, 21. Peri Sandria, 22. Adityo Dharmadi, 23. Nasir Salassa, 24. Daniel Siley, 25. David Sulaksmono, 26. Kamarudin Betay, 27. Dede Sulaiman, 28. Mahruzar Nasution, 29. Hasan Tuharea, 30. Maman Suryaman

TIM PRIMAVERA – BARETTI
Pelatih: Rahmad Darmawan
Ofisial Manager : Danurwindo, Mundari Karya, Zuhli Imran Putra

PEMAIN : 1. Yeyen Tumena, 2. Imran Nahumaruri, 3. Tommi Haryanto, 4. Charis Yulianto, 5. Andrian Mardiansyah, 6. Indriyanto Nugroho, 7. Bima Sakti, 8. Wiganda Saputra, 9. Irwan, 10. Kurniawan DY, 11. Frido Yuwanto, 12. Soeprieyono, 13. Nova Arianto, 14. Andi Iswantoro, 15. Eli Aiboy, 16. Alex Pulalo, 17. Francis Wewengkang, 18. Firman Utina, 19. Firmansyah, 20. Ponaryo Astaman, 21. Markus Horison, 22. Ilham Romadhona, 23. Rahmad Afandi, 24. Ilham Jaya Kusuma.

TOKOH Dan PARA LEGENDA
1. BrigJenPol Uden Kusuma, 2. Ronny Tanuwijaya, 3. Bob Hippy, 4. Dokter Syarief Alwi, 5. Dokter Hendra, 6. Asrizal, 7. Eddi Hartono, 8. Benny Erwin, 9. Dr. Zulkarnaen, 10. Junaidi Abdilah, 11. Oyong Liza, 12. Anjas Asmara, 13. Sutan Harhara, 14. Robby Binur, 15. Wahyu Hidayat, 16. Suaeb Rizal, 17. Simson Rumahpasal, 18. Yohanes Auri, 19. Harri Muryanto,
20. Ronny Pasla, 21. Yudo Hadiyanto, 22. Poerwono, 23. Budi Riva, 24. Jhony Fahamsyah,
25. Aun Harharah. 26. Kris Wakano, 27. Burhanuddin, 28. Warta Kusuma, 29. Elly Idris, 30. Noah Merien, 31. Bisma Soetjipto, 32. Tony Tanamal, 33. Agil Alhabsyi, 34. Sudana Sukri,
35. Benyamin Leo Betti, 36. Syafrudin Fabanyo, 37. Robby Darwis, 38. Ajat Sudrajat, 39. Yusuf Bactiar, 40. Entjas Tonif, 41. Yudi Guntara, 42. Najib Latandang, 43. Febi Bobihoe, 44. Bambang Sutjipto, 45. Wahyu Tanoto, 46. Antonis Cahyono, 47. Martali Suaeb, 48. Hindaryo, 49. Sujono Saleh, 50. Bonggo Tambunan, 51 Alexander Saununu.

PROMOTOR KANDANG AYAM
Erwiyantoro, Yon Moeis, Raja Pane, H.Heru Pujihartono, Azmi Alqamar, Tebe Adhi, Ary Julianto, Nonnie, Eddy Syah, Matt Bento, Chris Cansil, Teguh Imam, Bois, Joko Dolog, Fatih Chabanto, Lutfi Sukri, Erik Irawan, Goto Loco, dan Chairul Syah.

Share This: