Revan Pergi Karena Karena Berdarah

_

Sehari menjelang Ramadhan ini Wulan harus menerima kenyataan pahit. Revan, putra ketiganya harus kembali ke pangkuan Sang Khalik akibat demam berdarah yang menyerangnya.

Ketika jenazah Revan terbujur kaku di hadapannya setelah dibawa pulang dari rumah sakit, tak henti-hentinya Wulan menangisi kepergian anak yang sangat disayangi itu.

Revan Pramadutya Putra Prasetto (6 tahun), putra dari pasangan Bambang Tri Prasetyo dan Sri Wulan, warga RT.003 / RW.02 Pancoran Mas Depok, meninggal dunia pada Kamis (23/4/2020) karena demam berdarah.

Menurut Neldy Setyawan, paman korban, Revan sudah mengalami demam sejak Rabu (16/4) lalu. Orangtuanya membawa Revan ke Dokter Jaga dekat Stasiun Depok. Menurut dokter, bocah gemuk berkulit bersih ini menderita rarang tenggorokan, lalu diberi antibiotik, obat penurun panas dan vitamin.

Namun sampai tiga hari kemudian panasnya tetap tinggi. Orangtuanya membawanya lagi ke klinik lain. Revan sempat diperiksa darah, dokter mengatakan ada gejala typhus, tetapi trombositnya masih dalam kategori normal. Revan kembali dibawa pulang.

Kamis (24/4) dinihari Revan mengalami demam hebat. Orangtuanya kembali membawa ke klinik dan dokter jaga, tetapi bahyak yang tutup. Akhirnya Revan dibawa ke RS Bakti Yudha, Jl. Raya Sawangan, Depok, tetapi pihak rumah sakit tak mampu menyelamatkan nyawa Revan. Anak ketiga dari tiga bersaudara itu menghembuskan nafas terakhir. Kamis siang jenazahnya dimakamkan di TPU Pancoran Mas, Depok.

Selain virus corona atau Covid19, demam berdarah juga tengah menjadi ancaman yang sangat berbahaya di tengah masyarakat.

Demam berdarah merupakan salah satu wabah yang tengah mengancam masyarakat di Kota Depok, meskipun Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, penderita demam berdarah dengue alias DBD di Kota Depok tahun ini belum terlalu mengkhawatirkan bahkan cenderung mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Tahun lalu, di bulan Januari 2019 sudah ada 452 kasus demam berdarah, sementara tahun ini hingga bulan Maret ada 288 kasus, dengan korban meninggal 3 orang,” kata Novarita kepada Tempo, Selasa 10 Maret 2020.

Share This: