Reza Rahadian dan Tia Subiakto Raih Award di FFAP Pnom Penh

_

Indonesia berhasil membawa pulang 2 award bergengsi dalam penyelenggaraan Festival Film Asia Pasifik ke-57 di Pnom Penh. Dalam acara puncak yang berlangsung di Ball Rom Garden City Hotel Pnom Penh, Minggu (30/7/2017) malam, aktor Indonesia Reza Rahadian terpilih sebagai Aktor Terbaik melalui film Rudy Habibie, dan Tya Subiyakto keluar sebagai Penata Musik Terbaik juga dari film yang sama. Baik Reza Rahadian maupun Tya Subiyakto tidak hadir di Pnom Penh.

Penerimaan award diwakili oleh Ketua Delegasi Indonesia Adisurya Abdy dan isteri Dubes Indonesia, Ny.Ratna Pitono.
Yulia Peresild dari Rusia terpilih sebagai Aktris Terbaik, Sinematografi Terbaik jatuh kepada film Tale of Love (Iran) dan Film Terbaik diraih oleh film Unnamed (Banglades).

Pelaksanaan malam pemberian award di Ball Room Garden City Hotel diawali dengan openning ceremoni. Tamu dan undangan diberi sajian makanan ringan, minuman ringan hingga bir dan wine. Ikut hadir dalam acara tersebut beberapa artis dan ratu-ratu kecantikan Kamboja. Sekitar 100 orang anggota delegasi dan undangan lainnya hadir di Garden City Hotel.

Ballroom Garden City Hotel yang besar terlihat lengang. Hanya separuh gedung seluas kurang lebih 1.000 m2 yang terisi kursi yang disusun berjajar menghadap panggung. Panggung sendiri terlihat sederhana. Di panggung berukura 15 X 4 meter itu hanya diberi banner besar bertulisan 57th Asia Pasific Film Festival dalam bahasa Inggris dan tulisan Kamboja di sebelah kiri atas dan tulisan Awarding Ceremony.
Acara pemberian award FFAP ke-57 dibuka oleh Sekretaris Menteri Penerangan Kerajaan Kamboja, Chea Chan Boribo.

Setelah itu hampir secara marathon pemerian award kepada seluruh pemenang dimulai. Pemberian award hanya diselingi oleh penampilan dua orang penyanyi, yakni penyanyi terkenal dari China, Huang Hong-Ying dan penyanyi Kamboja, Sarah Sok.

Kurang menarik.

Tidak seperti penyelenggaraan FFAP tahun-tahun sebelumnya, pada FFAP di Pnom Penh kali ini delegasi Indonesia tidak disertai oleh seorang artis pun. Hal yang sama juga terjadi pada delegasi negara-negara lain. Yang hadir dalam FFAP ke-57 umumnya para pengurus, produser maupun sutrara dari beberapa negara peserta. Sehingga penyelenggaraan FFAP kali ini terkesan kurang semarak dan meriah.

“Kami menyadari penyelenggaraan kali ini memang belum maksimal. Tetapi kami terus menggugah anggota untuk sama-sama menjadikan FFAP ini sebagai festival yang bergengsi, dihormati, sekaligus menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dalam perfilman. Sudah ada kemajuan, para anggota sepakat untuk memutar film pemenang di negara anggota,” kata Pelaksana Tugas Sekretariat FFAP Sihan Pansha dari Malaysia.

Penyelenggaraan FFAP ke-57 kali ini terkesan asal ada dan kurang profesional. Padahal tuan rumah nampaknya sudah menugaskan Event Organizer (EO) yang dipimpin oleh perempuan Eropa. Hampir seluruh delegasi merasa kecewa dengan tempat pelaksanaan festival maupun menginap para tamu.

Meski pun hotel berbintang yang mewah, Garden City Hotel berada di pinggiran Kota Pnom Penh yang letaknya sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Garden City Hotel yang terletak di pinggiran lapangan golf Kamboja, berdiri di lingkungan tanah kosong. Bangunan terdekat berjarak 15 kilometer dari pusat kota.

“Memang kalau penyelenggaraan festival film, belum ada yang bisa menyaingi Indonesia dalam FFAP. Kita di Indonesia selalu bisa menangani kegiatan semacam ini dengan baik, mulai dari panjurian hingga pemberian award. Setiap menjadi tuan rumah, kita selalu menangani tamu-tamu dengan baik. Sayanga kita sudah lama tidak bisa menyelenggarakan. Pemerintah kita harus memperhatikan hal ini,” kata Ketua Delegasi Indonesia, Adisurya Abdy.

Acara pemberian award FFAP ke-57 di Pnom Penh merupakan rangkaian dari kegiatan FFAP yang sama di Hanzhou Cina, 13 – 15 Desember 2016 lalu, di mana seluruh Juri menilai film-film peserta. Selurruh hasil penilaian. Tahun mendatang, FFAP ke-58 mendatang akan diadakan di Kathmandu Nepal.

Hasil FFAP ke-57 selengkapnya:

– Aktor : Reza Rahadian (Rudy Habibie / Indonesia)
– Aktris : Yulia Peresild (Sevestapol / Rusia)
– Aktor Pembantu : Dustin Nguyen (Jackpot / Vietnam)
– Atris Pembantu : Jaica Domingo (Everything about Her/ Filipina)
– Editing : Ola Bola (Malaysia)
– Musik : Tia Subiakto (Rudy Habibie / Indonesia)
– Skenario : Last Reel (Kamboja)
– Sound Recording : The Wind Blew (Jepang)
– Sinematografi : Tale of Love (Iran)
– Film : Unnamed (Banglades)
Film Pendek : Lay My Bed in The Room / Iran
Penghargaan Khusus Juri:
– Best Ensemble Story : Jackpot / Vietnam
– Family Ties Against Corruption: Moor / Pakistan
– Extra Ordinary Contribution in Film Director : Norodom Sihanouk (Kamboja)
– Extra Ordinary Contribution in Film Acting : Norodom Sihamoni (Kamboja)
– Legendary Achievement Award : Dy Saveth (Vietnam)
– Special and Juri Award Best Potrayal of Arts A Legendary of a Painting (Macau)
– Inspiring Story : Filial (Flats / China)

Share This: