Rianty Cartwright Berbahasa “Ngapak”

_

Mungkin tak ada yang menyangka kalau artis cantik Riyanti Cartwright bisa berbahasa Banyumasan, atau yang biasa disebut bahasa “Ngapak”. Kemampuannya diperlihatkan dalam acara syukuran film “Satria – Menjadi Juara Dengan Cara Sederhana” di sebuah kafe di Jakarta, Selasa (28/9/2017) lalu.

“Lha pokoke Nyong kudu ngomong ngapaklah,” kata artis cantik kelahiran Bandung, 22 September 1983 in.

Usut punya usut, kemampuan Riyanti berbahasa ngapak itu terkait peranannya sebagi pemeran dalam film “Satria” yang disutradarai oleh Jito Banyu.

Meski pun lahir di Bandung dan lama di Eropa, Riyanti tidak mempersoalkan harus berbahasa “ngapak”. Dia justru senang mempelajarinya.

“Ini kan makin menambah pengetahuan kita tentang Indonesia. Dengan begini kita tahu bahwa Indonesia sangat kaya. Saya suka banyumas. Apalagi kulinernya,” kata artis yang pernah berperan sebagai Nyi Iteung, istri legenda Sunda, Si Kabayan itu.

Soal kuliner, Banyumas juga tidak kalah dengan daerah lain. Banyak makanan enak yang sudah dikenal secara nasional, seperti tempe Mendoan, Getuk Goreng, Sate Bebek, Cetil. Tiwul. Dan getuk goreng atau soto Sokaraja.

Berbagai jenis kuliner itulah yang akan diperkenalkan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas, melalui film daerah yang akan dibuat dalam waktu dekat ini, yakni oleh Ralla Pictures dan Gula Kelapa Pictures yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kwarcab Banyumas.

Sebagai daerah yang juga memiliki destinasi wisata yang bisa menjadi tujuan wisatawan lokal maupun nasional seperti Baturaden. Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata.

“Kami berharap film Satria bisa menjadi sarana promosi sosial budaya dan wisata kabupaten Banyumas. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat. Seiring penayangan film Satria nantinya.” Ujar H. Ahmad Husein Bupati Banyumas saat bincang dengan awak media di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas belum lama ini.

Film Satria yang rencananya akan mulai syuting bulan November 2017 ini merupakan inisiatip dari kawula muda yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budayanya.

Share This: