Ridho Rhoma, Ironi Sang Pangeran

Ridho Rhoma saat menghadiri pemutaran film di Jakarta, tahun 2016 lalu. (Foto: HW)
_

Dunia memang suka menunjukkan hal-hal aneh. Kejayaan dan kebangkrutan ditunjukkan pada saat hampir bersamaan. Itulah yang kini sedang dialami oleh keluarga pedangdut Rhoma Irama. Baru saja Rhoma, Si Raja Dangdut terpilih kembali untuk menjadi Ketua Umum PAMMI untuk priode 2017-2022, ada kabar buruk menghentak: Ridho, anak sang Raja Dangdut yang memiliki julukan Pangeran Dangdut, ditangkap polisi. Ridho ditangkap di Hotel Ibis, Jakarta Barat. Sabtu (25/3), pukul 04.00 WIB Ridho ditangkap karena terbukti memiliki narkoba jenis sabu dengan berat 0,7 gram.

Di tempat lain, Hotel Mercure yang terletak di kawasan Ancol Jakarta Utara, sang ayah tengah diliputi rasa gembira karena baru saja terpilih menjadi Ketua PAMMI, setelah sepuluh tahun memegang jabatan itu. Rhoma yang semula menyatakan tidak ingin dipilih lagi, akhirnya maju setelah 50 dari 56 peserta Munas memintanya untuk tetap memimpin.

Kharisma pedangdut kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1956 ini memang belum luntur. Dalam soal bakat dan kemampuan, Rhoma yang telah berusia 70 tahun ini belum ada yang bisa menandingi. Silih berganti penyanyi dangdut berdatangan, mereka lalu menghilang. Sementara Rhoma Irama tetap kokoh di singggasananya.

Para pedangdut juga menaruh hormat dengan Bang Haji, begitu ia biasa dipanggil, karena selain memiliki bakat yang luar biasa, dia juga dikenal sebagai pedangdut yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Lagu-lagunya belakangan malah bernafaskan dakwah. Dia menyebutnya Soul of Moslem. Bahwa dangdut identik dengan goyangan seronok, tidak berlaku bagi Rhoma Irama, meski pun sentuhan rock pengaruh dari grup rock dunia Deep Purple, sangat terasa.

Rhoma sendiri sebenarnya sudah sejak lama menginginkan ada generasi penerus dari darah dagingnya sendiri. Di masa jayanya dulu, dia pernah ingin mengorbitkan anak-anaknya hasil perkawinan dengan Veronica. Nama Romy Irama sempat muncul, kemudian Debby sebagai penyanyi cilik. Vicky juga pernah coba-coba. Entah kenapa, anak-anak yang memiliki kedua orangtua pemusik itu, tidak moncer di bidang seni. Nama mereka tenggelam seiring usia yang semakin meningkat. Padahal nama ayahnya tetap bertengger sebagai Raja Dangdut.

Tanggal 14 Januari 1989 lahirlah Muhammad Ridho Irama dari Rahim Marwah Ali, kakak kandung pedangdut Intan Ali. Sesuai dengan nama belakangnya, sudah jelas kalau Ridho adalah anak dari Rhoma Irama. Dan Marwah adalah isteri keempat Rhoma yang sempat terpublikasi, setelah Veronica, Ricca Rachim, setelah Marwah, ada wanita asal Solo bernama Gita Andini Saputri dan kemudian Angel Lelga. Tahun 80-an ada wanita mengaku pernah menikah dengan Rhoma. Wanita itu  tinggal di Bukitduri, Jakarta Selatan. Penyanyi Ayu Soraya juga secara tersirat pernah mengakui menikah dengan Rhoma Irama. Ketika ditanya wartawan di studio Indosiar, menjelang tahun 2000, Ayu cuma mengatakan, “Kalau sudah tahu ya sudah!”

Rhoma nampaknya menaruh harapan besat terhadap Ridho untuk menjadi penerusnya. Rhido terus dipupuk dan diberi kesempatan besar untuk tampil. Sejak kecil, Ridho telah mencintai musik dangdut. Ia pertama kali naik panggung musik  dangdut ketika masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Demi meningkatkan pamor musik dangdut di negeri sendiri, Ridho membentuk grup band dengan aliran pop dangdut, Sonet-2. Ridho mulai mengikuti jejak ayahnya untuk berkiprah di musik  dangdut. Saat ini Ridho sudah diperkenalkan pada masyarakat. Pada acara tahun baru 2009, sang ayah, Rhoma, mengajak Ridho untuk tampil di panggung dangdut bersama dengan grup band Soneta Grup. Pada 22 Januari 2009  album perdana bersama Sonet-2 Band diluncurkan. Tentunya masih dengan campur tangan sang raja dangdut.

Kemunculan Muhammad Ridho Rhoma di panggung hiburan cukup mengejutkan. Sang Bapak, Rhoma Irama, pertama kali memperkenalkan Ridho di penghujung tahun 2007 lalu di panggung hiburan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kala itu, Rhoma mempromosikan Ridho sebagai anaknya, dan bakal menjadi penerusnya.

“Maaf, bila ada yang tersinggung. Ridho kami sebut Pangeran Dangdut, karena ayahnya disebut-sebut banyak orang sebagai Raja Dangdut. Ha ha ha,” ujar Rhoma bangga.

Bakat Ridho memang tak sebesar ayahnya. Suaranya pun boleh dibilang tidak terlalu istimewa. Namun karena tekad Rhoma untuk melahirkan penerus dirinya, Ridho pun didaulat menjadi “pewaris sah” bakat sang ayah dan diberi julukan Pangeran Dangdut.

Ridho mendapat kesempatan yang luas untuk mengembangkan bakatnya. Berturut-turut sejak tahun 2007 hingga 2012 ia terus masuk dapur rekaman untuk melahirkan album, masing-masing berjudul Menerka (2007), Menyangka (2008) Menunggu (2009), Menanti (2010), Mengawasimu (2011), Memantau (2012).

Selain membuat album, Ridho juga menyanyikan lagu untuk soundtrack film Dawai2 Asmara (2010), Sajadah Ka’bah (2011), dan Assalamualaikum Beijing (2014). Dan Ridho juga diberi kesempatan untuk main dalam Dawai2 Asmara dan Sajadah Ka’bah.

Dalam dua tahun terakhir ini memang tidak terdengar lagi aktivitas Ridho yang menjadi perbincangan di dunia musik Indonesia. Karier Ridho seperti jalan di tempat. Tubuhnya yang tegap, dengan bewok seperti ayahnya tidak mengesankan Ridho sebagai sosok lelaki macho. Apalagi power suaranya tidak sekuat sang ayah, yang membuat penyanyi seperti Kaka Slank “tenggelam” ketika Soneta bermain bersama Slank dalam sebuah acara di Pondok Cabe Jakarta yang disiarkan langsung oleh televisi.

Kemerosotan karier Ridho memang seiring dengan meredupnya lagu-lagu dangdut asli, karena munculnya lagu-lagu dangdut koplo yang hanya mengutamakan lirik dengan musik seperti lagu-lagu disko. Maka ketika tersiar kabar Ridho ditangkap karena menggunakan narkoba jenis sabu, tentu sangat mengagetkan.

Betapa tidak, penampilan Ridho terlihat santun dan rapih. Wajahnya segar dan tubuhnya tegap. Apalabila melihat track record sang ayah, yang belakangan dikenal pula sebagai seroang Ketua Umum Partai (Partai Idaman) dan mulai memerankan diri sebagai pendakwah, rasanya sulit dipercaya jika Ridho terjerumus ke dalam pemakaian barang haram itu.

Pastinya Ridho memiliki bekal agama Islam yang kuat, karena faktor sang ayah yang, walau pun dikenal sebagai pemusik, tetapi dikenal sebagai seorang tokoh Islam yang dihormati. Ridho sendiri memiliki darah Arab dari ibunya, yang tentunya sangat kuat memegang nilai-nilai islami.

Tetapi setan konon tak pernah kehilangan akal untuk menggoda manusia. Jangankan seorang anak ustadz, orang yang memiliki ilmu agama yang kuat pun kadang bisa jatuh karena godaan setan. Sudah banyak contoh yang ditunjukkan dunia ini tentang hal-hal demikian.

Berurusan dengan pihak kepolisian sendiri bukanlah perkara baru buat Ridho. Pada Minggu (26/4/2015) dini hari Ridho mengalami insiden di Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Anak dari Rhoma Irama tersebut menabrak sebuah sedan Honda City yang tengah terparkir di depan pusat perbelanjaan Lotte Mart Avenue.

Saat itu, Ridho Rhoma mengendarai  Honda Civic berkelir hitamnya dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba saja, sedan dengan plat nomor B 1240 ZAA yang dikendarai pedangdut 26 tahun tersebut menghantam buritan Honda City cukup keras hingga menimbulkan kerusakan cukup parah. Ketika itu orang cuma menganggap kecelakaan biasa, human error.

Apa yang dialami oleh Ridho memang bisa saja dialami oleh anak-anak lain. Apa yang dialami oleh Rhoma Irama bisa saja terjadi pada orangtua lainnya. Namun yang dialami Ridho adalah sebuah ironi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: