Risma Sambangi KPK bahas Aset Pemkot Surabaya

_

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini Senin (20/3) mendatangi  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya untuk   berkoordinasi dengan KPK, dalam membahas penyelamatan aset Pemkot Surabaya, yang saat ini tengah digugat dari pihak lain.

Risma datang didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Pengaduan Masyarakat.  Sebelumnya, Risma  mendatangi Kejaksaan Agung, untuk meminta pendapat hukum kepada Bidang Datun.

“Tadi saya dan pimpinan KPK membahas aset-aset Pemkot, karena banyak yang mau lepas. Nah, saya berusaha memepertahanlan aset itu,” ungkap Risma saat di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Ia mengungkapkan, setidaknya ada tujuh aset tanah yang tadi dilaporkan. Ada beberapa termasuk kerjasama yang dulu-dulu dibuat karena mengalami kerugian terus. Dan pihaknya ingin berhenti namun tidak bisa.

Adapun aset-aset itu, antara lain, waduk atau bendungan di Kecamatan Wiyung, tanah serta bangunan kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo, dan sebuah aset di Jalan Basuki Rahmat.

“Peristiwa ini terjadi sebelum saya menjadi walikota.  Nah sekarang proses pengadilan. Menurut saya ada yang proses itu tidak benar dan kita kalah terus. Nah saya kan, ini pertahanan saya terakhir bagaimana saya juga meminta bantuan kepada Kejaksaan Agung,” kata Risma.

Risma menambahkan, Kejaksaan Agung juga akan membantu penanganan proses beberapa diantaranya, yang lainnya oleh KPK.  “Saya kepingin aset ini tetep bisa dipertahankan milik pemkot,” tambahnya.

Share This: