Roby Bo, Ketua Para Jomblo Dalam Film “Single-2”

_

Penampilan memang tidak selalu paralel dengan karakter yang diperankan dalam film. Contohnya Roby Bo, aktor berbadan kekar dengan potongan seram mirip debt collector ini, ternyata lebih sering muncul dalam film-film komedi, termasuk di dalam beberpa iklan produk yang dibintanginya. 

Dalam film terbarunya, Single-2 karya sineas yang dikenal pula sebagai stand-up comedyan, Raditya Dika, lelaki berdarah Manado – Belanda dengan berat 90 Kg dan tinggi 170 Cm, ini mendapat peran sebagai Ketua Komunitas lelaki jomblo, di mana Ebi yang diperankan sendiri oleh Raditya Dika, bergabung.

“Ceritanya kita para jomblo bergabung untuk mencari kesibukan dan solusi yang kita hadapi sebagai jomblo,” kata Roby dalam gala premier Single-2 yang berlangsung di Plaza Senayan XXI, Sabtu (2/5/2019).

Roby mengaku senang bekerja di bawah arahan Raditya Dika dan mendapat peran tersebut. Ia punya kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya.

Roby Bo (Foto: HW)

“Yang pertama gua bersyukur ya mendapat peranan itu. Mudah-mudahan ke depan akan terus meningkat porsi yang gua dapat sesuai pengalaman yang udah gua jalanin selama ini. Kalau dikasih peranan yang penting, tentu sudah lebih gampang ngejalaninnya,” kata lelaki yang mengawali kariernya di dunia musik ini.

Meskipun mengawali kesibukan di dunia musik, pemilik nama asli Roby Michael Sontpiet kelahiran Ternate 7 Mei 1970 ini sudah banyak pengalaman beraksi di depan kamera,

Dia banyak muncul di televisi, baik dalam sinetron maupun iklan. Di iklan pun ia kerap diberi dua karakter: wajah lelaki seram sekaligus jenaka. Lihatlah karakternya dalam iklan makanan ringan Kit Kat, di mana ia berperan sebagai bos yang marah-marah kepada anak buahnya, tapi di sisi lain ia tampil seperti geisha yang kemayu.

Bahkan dalam film yang dibintanginya, Kasinem is Coming (Bidar Batavia Film), sebuah film komedi, ia berperan sebaga penarik becak. yang lucu. Di film karya sutradara Hasto Broto itu ia bermain bersama Naysila Mirdad dan Randy Martin.

Roby sadar butuh waktu dan perjuangan untuk mendapat peran penting di film. Tetapi dengan konsistensi dan pengalamannya yang terus bertambah, ia yakin suatu saat apa yang diharapkannya akan datang.

“Tampang aku kan bukan seperti Dimas Anggara, atau kalau cewek seperti Chelsy Islan, jadi memang belum ada kesempatan untuk mendapat peran utama atau peran pembantu utama. Kita tahu kan di dunia perfilman kita factor fisik masih yang utama. Tapi aku bersyukur kesempatan untuk bermain selalu datang,” tutur Roby sekali waktu.

Sinetron dan bintang iklan

Keterlibatannya di dunia akting diakui berawal dari ketidaksengajaan. Suatu hari Roby diajak temannya untuk mengikuti casting sinetron. Sampai di tempat casting ternyata ia ditawari untuk ikut, karena ada peran yang cocok untuk dirinya. Saat itu Roby diterima. Jadilah ia main dalam sinetron pertamanya, Tirai Kasih Yang Terkoyak (1995).

Walau pun jalan telah terbuka, passion Roby masih kuat ke musik, sehingga ia lebih memilih musik ketimbang menekuni film, sampai suatu hari ada lagi kesempatan untuk bermain dalam sinetron Samsonwati (TPI tahun 2000). Itu pun Roby belum sepenuh hati mencurahkan keinginannya berakting.

Setelah sekian lama, lagi-lagi ia didorong oleh teman-temannya untuk mengikuti casting. Roby diterima untuk main dalam sinetron Si Cemong (Screenplay/SCTV, 2013), lalu Security Keliling (Aspro, 2013), sinetron serial Raden Kian Santang (MD Entertainment / MNC Picture, 2012 – 2014), Suamiku Sindikat Manusia Gerobak (Layar Kemilau MNC TV), Cintaku Berlabuh di Pelabuhan Ratu (FTV), dan Robot Cantik (Soraya Intercine, 2017).

Tidak hanya sinetron, Roby juga mulai merambah ke dunia iklan. Wajahnya muncul dalam iklan-iklan Kartu Axis, Tidak hanya sinetron, Roby juga mulai merambah ke dunia iklan. Wajahnya muncul dalam iklan-iklan Kartu Axis, Kit Kat Greentea, Mie Kremes, Tiket.com dan Ichi-ocha.

Setelah itu ia masuk ke layar lebar, antara lain dalam film Bukan Jodoh Biasa, Antologi Rasa, dan Kasinem Is Coming yang beredar tahun 2018 ini, dan masih terlibat dalam produksi film di Soraya Intercine, termasuk sebuah film layar lebar bertema horor produksi PT. Multi Cahaya Dimensi, milik Ketua Pafindo, RM Bagiono.

Share This: