Saksi Miryam, Markus Nari tak Penuhi Panggilan KPK

_

Jadi saksi atas dugaan pemberian keterangan palsu yang dilakukan oleh Miryam S. Haryani, anggota DPR Markus Nari hari ini tidak memenuhi panggilan KPK.

Pemanggilan Markus untuk melihat faktor penyebab atau latar belakang pencabutan BAP,  saat Miryam menjadi saksi di pengadilan kasus e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto beberapa waktu lalu. Pemanggilan Markus dijadwalkan ulang pada 16 Mei 2017.

“Yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan saat ini dan ada permintaan untuk penjadwalan ulang pada 16 Mei 2017,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfimasi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

 

Febri menegaskan pasca penetapan Miryam sebagai tersangka, KPK masih membutuh alat bukti cukup untuk menjerat saksi-saksi lain, yang dianggap memberikan keterangan palsu terkait kasus ini.

Miryam S. Haryani disangkakan telah melanggar Pasal 22 Jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001. Pasal tersebut menjelaskan, pemberi keterangan palsu,  atau memberikan keterangan tidak benar akan dipidana penjara 3 tahun dan paling lama 12 tahun, atau denda Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta.

 

Share This: