Sandiaga Uno Kunjungi Studio Infinite Batam

_

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno Jumat (22/1/2021), mengunjungi Infinite Studio di Batam, Kepulauan Riau.

Foto-foto: Biro Komlik Kemenparekraf.

Infinite adalah studio film yang memiliki dua studio indoor besar dan juga studio animasi. Infinite Studio juga menyediakan ruang produksi film dan animasi, workshop, sound stage, juga backlot.

Di kawasan ini juga terdapat Nongsa Digital Academy yang di dalamnya terdapat apple digital academy yang mencetak tenaga-tenaga andal dalam penciptaan aplikasi dan juga startup.

Dalam kesempatan itu Sandiaga mengajak industri bergerak bersama dan berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif di daerah untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang terkait erat dengan pariwisata.

“Ini adalah satu kawasan ekonomi kreatif yang dapat membuka lapangan pekerjaan. Kita ingin Nongsa yang dikenal akan keindahan alamnya, juga mampu mencetak tenaga kreatif kelas dunia sehingga dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menparekraf.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf, dikatakannya akan terus berupaya mendorong agar lebih banyak pelaku kreatif di tanah air yang dapat bekerja sama dengan industri. Termasuk memberikan berbagai kemudahan dan insentif bagi industri agar bisa berkembang dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Saya lihat kawasan ini bisa jadi klaster inovasi dan kolaborasi. Namun yang paling penting adalah bagaimana menciptakan meritokrasi dengan melibatkan anak-anak muda ini untuk naik kelas berdasarkan minat mereka masing-masing,” kata Menparekraf.

Ia memberi contoh pengrajin seni lokal seperti Fariz Wibisono, pemuda asal Wonogiri, Jawa Tengah yang membuat wayang beber yang mulai punah. Dengan dukungan industri, dapat mengangkat potensi wayang beber dan kreasi lokal lainnya yang dikenal luas ke dunia melalui sentuhan animasi.

“Industri animasi yang diterapkan mulai dari film kartun hingga beragam genre film layar lebar. Ini merupakan peluang usaha ekonomi kreatif yang sangat potensial untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi kreatif, serta menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Menparekraf.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga melakukan video conference dengan Owner Citramas Group dan KS Energy, Kris Wiluan; CEO of Infinite Studios, Michael Wiluan; Executive Director Nongsha Digital Park, Marco Bardelli, Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo. Selain itu, Government Affairs PT Apple Indonesia, Mirza Natadisastra; Group Director Apple Academy, Narra Dewa, serta Mahasiswa dan Mahasiswi Lulusan Apple Academy.

Owner Citramas Group dan KS Energy, Kris Wiluan, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk dapat menciptakan ruang kreatif dan juga pendampingan bagi talenta-talenta muda. Ia menyebut generasi muda tanah air memiliki potensi besar dalam mengembangan industri kreatif tanah air.

“Kita ingin lebih banyak industri yang bisa terlibat, kita akan terus siapkan fasilitas dan infrastrukturnya,” kata Kris.

Sementara Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo, mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan industri perfilman sebagai alat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia membandingkan Wellington di Selandia Baru sebagai rumah bagi studio bernilai jutaan dolar yang menjadi lokasi syuting film Hollywood seperti trilogi The Lord of the Rings dan juga The Hobbit.

“Tentunya kita bisa menjadikan Nongsa Digital Park seperti ‘Wellington-nya’ Indonesia. Banyak juga negara lainnya yang menggunakan film sebagai alat promosi yang dampaknya akan sangat luar biasa,” kata Suryopratomo.

Terkait dengan wacana _travel bubble_ yang tengah dikaji, Suryopratomo juga mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan.

“Kita sangat mendukung, kemarin kita baru bertemu dengan Singapore Tourism Board untuk ada kolaborasi. Intinya KBRI mendukung niatan dan upaya besar ini, setidaknya persiapan menghadapi pariwisata pascapandemi COVID-19 di mana orang pasti akan tidak tahan untuk segera bepergian. Dan Indonesia merupakan salah satu destinasi yang bisa menjadi tempat tujuan wisata,” kata Suryopratomo.

 

 

Share This: