Sastra Milik Semua Orang, Bukan Hanya Mahasiswa Sastra

_

Komunitas Jakarta Nyastra (Jaknyas) lahir dari keresahan mahasiswa semester tua yang ingin berbuat sesuatu untuk menuangkan segala pikirannya dalam dunia sastra. Dalam pergerakanya, komunitas ini memanfaatkan sosial media untuk ruang apresiasi karya yang berbentuk tulisan.

Pendiri Jaknyas, Acoy adalah mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang jurusan Sastra Indonesia angkatan 2012. Acoy mencoba menghidupkan sastra khususnya di kalangan anak-anak muda Jakarta yang terkesan semakin modern. Dibantu juga oleh kawan-kawan lainnya: Hafendra, Lilo, Uca, Norman, Apo, mereka ingin mengubah pandangan melankoli dan cap galau dalam bersastra di mata kebanyakan anak-anak muda sekarang.

“Tujuan kami ingin menjadikan sastra sebagai bagian keseharian anak muda yang ga melulu disamain sama orang-orang galau,” ungkap Hafe selaku anggota Jaknyas.

Ia juga menambahkan terkait dibentuknya komunitas ini agar mengubah stigma orang atas sastra itu sendiri, “Singkatnya sastra itu milik semua. Bukan cuma punya mahasiswa jurusan sastra doang.”

Selain ajang berkumpul para anggota Jaknyas, mereka juga membuat karya-karya sastra untuk dibagikan ke masyarakat. “Kami juga berkarya dengan cara kami masing-masing, entah puisi, cerpen, novel, esai, naskah teater, dll, jadi agenda kami berawal untuk narsisme karya masing-masing hingga berujung saling sharing dan kritik karya.”

Selain itu, komunitas ini juga sering mengadakan diskusi komunitas dan panggung apresiasi. Kegiatan yang dilakukan, seperti deklamasi puisi, diskursus tentang kepenulisan dan lapak baca yang baru-baru ini terkonsepkan.

“Buat agenda sosmed, lebih ke kanal publikasi karya via line, ig, dan wordpress,” tambah Hafe.

Para pengurus komunitas biasanya mengadakan diskusi untuk agenda kedepan, serta saling bertukar karya untuk saling kritik karya masing masing, baik anggota atau pengurus.

Ketika minat baca anak muda di Jakarta berkurang, dengan adanya Jaknyas tersebut mereka berharap dapat mengajak semua kalangan khususnya anak muda di Jakarta untuk lebih produktif dalam menulis dan menyukai kegiatan membaca.

Tujuan Jaknyas bukan hanya itu saja, dalam wacana-wacana yang belum terlaksana dikarenakan kesibukan mereka yang sebagian mahasiswa semester akhir dll itu, Jaknyas sebagai komunitas sastra cyber yang akhir-akhir ini sedang banyak digeluti, “berharap apa yang dilakukan oleh kami dapat bermanfaat untuk semua lini pecinta sastra pengguna sosial media.” Menurut mereka hal itu juga dalam rangka menciptakan tulisan-tulisan renyah dan bermanfaat.

Share This: