SD Penerima CSR Tampil Di Peringatan 10 Tahun Sekolah Musik Purwacaraka

Purwa Caraka (biru muda / tengah) di tengah murid-murid SD penerima bantuan (CSR) di Taman Cikapayang, Dago, Bandung, Minggu (30/9/2018).
_

Dalam rangka memperingati dan merayakan hari ulang tahun yang ke-30. Purwa Caraka Music Studio mengadakan acara bertajuk “A Celebration 01 Ten Thousand Days In Music” yang bedokasi di Taman Cikapayang Car Free Day Dago, Bandung pada Minggu (30 /9/2018).  

Acara dimeriahkan oleh ratusan siswa siswi Purwa Caraka Music Studio (PCMS) wilayah Bandung, menyuguhkan berbagai macam penampilan menarik siswa PCMS seperti band, vokal grup, perkusi, paduan suara dan lainnya.

Acara yang diadakan bertepatan dengan Car Free Day Dago, juga menampilkan 1000 pemain Angklung yang berasal dari 108 Sekolah Dasar di wilayah Bandung dan sekitamya, yang telah menerima program bantuan (CSR) dari Purwa Caraka Music Studio. 

Program CSR PCMS sendiri telah berjalan selama 10 tahun. Program ini merupakan bentuk timbal balik Purwa Caraka Music Studio kepada masyarakat dengan memberikan bantuan berupa alat alat musik kepada Sekolah Dasar di wilayah Bandung yang membutuhkan. Alat alat musik yang diberikan berupa set angklung lengkap, alat musik tradisional Sunda lainnya, suling, gitar dan keyboard.

“Untuk angklung saya memesan dari Mang Udjo, sedangkan suling saya membeli dari Cina, murah,” kata Purwacaraka usai acara.

Purwa Caraka menuturkan, 10 tahun lalu ketika memperingati HUT pertama PCMS yang jatuh pada 1 Oktober, dia berbicara kepada beberapa staf, apa sih yang bisa dberikan kepada masyarakat dan dampaknya terasa jangka panjang.

PCMS lalu melakukan survey ke beberapa SD di Bandung, dan mendapat masukan bahwa sekolah-sekolah itu tidak memiliki alat musik. 

“Kita lalu melakukan satu ide, yakni memberikan alat musik yg bisa dipakai. Kenapa SD, karena usia pelajar SD merupakan golden age (usia emas), di mana untuk membangun rasa bermusik, yang tepat adalah usia itu,” kata kakak kandung penyanyi Tri Utami ini.

Pertanyaannya kemudian, lanjut Purwa, SD seperti apa yang perlu dibantu.

Menurut Purwa Caraka, yang dibantu adalah SD yang memiliki
guru keseniannya. Kemudian azas pemanfaatannya juga harus jelas, jangan sampai mubazir.

“Sedapat mungkin sekolah yang disumbang tidak ada hubungannya dengan PCSM, karena ini sumbangan, bukan ria,” katanya.

Sejak itu program CSR menjadi agenda yang terjadwal. Setiap satu bulan akan dikirim bantuan untuj satu SD. Sumbangannya berupa 40 angklung, gamelan kecil, recorder, dan suling. Pemberian bantuan itu dilakukan diam-diam, tidak pernah dipublikasikan.

“Waktu itu saya bilang enggak boleh bawa wartawan. Kalau hsri ini saya bocorkan, bukan untuk ria, tapi untuk mengajak pihak lain yang mungkin punya keperdulian” tutur Purwa.

Purwa menuturkan, awalnya kedatangan tim PCMS untuk memberi CSR dicurigai, karena orang berpikir, tidak mungkin ada orang mau mgasih tapi tidak mau apa-apa. Tetapi seiring waktu berjalan, kepercayaan masyarakat tumbuh.

Setelah menyerahkan bantuan, PCMS tidak meninggalkan begitu saja. Guru-gurunya tetap dimentori, ditanya apa problemnya. Bika ada yang ingin velajar keyboard, dajarai, untuk tampil difasilitasi.

Sampai saat ini sudah 108 SD di wilayah Kabupaten dan Kotamadya Bandung yang diberi bantuan.

“Mudah-mudahan saya dikasih kekuatan dan daya, karena program iji tanpa limit. Kita memperioritaskan bantuan untuk SF kompleks. Kita prioritaskan untuk itu karena azas pemanfaatannya sudah terasa. Yg penting perawatannya harus benar. Jangan angklung ditumpuk nanti pecah, lalu ada keyboard di rumah kepala sekolah,” paparnya.

Purwa Caraka Music Studio (PCMS) pertama kali dibuka pada tanggal 1 Oktober 1988 di Jalan Mangga No. 12 Bandung. Purwa Caraka Music Studio sebagai lembaga pendidlkan musik telah berkembang selama hampir 30 tahun dan sampai saat ini telah memiliki 90 cabang di seluruh Indonesia, Tenaga pengajar berjumlah 1.600 dan siswa didik berjumlah kurang lebih 20.000 orang yang tersebar di seluruh cabang yang sebagian besar siswali adalah anak-anak usia sekolah.

 

Share This: