Sekjen Kemendagri Pesan Agar Ka Biro Hukum Berbohong Kepada KPK

_

Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan dititipi pesan oleh Sekertaris Jendral (Sekjen) Kemendagri, Diah Anggaraeni, agar berbohong jepada KPK. Kebohongan yang di aksud adalah agar mengaku tidak kenal dengan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), bila ditanya KPK.

Hal itu dikatakan oleh Zudan Arif, dalam sidang ke-17 kasus dugaan korupsi e-KTP, dengan terdakwa mantan pejabat di Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman dan Sugiharto. Peristiwa itu, menurutt Zudan Arif terjadi sekitar tahun 2014-2015.

“Kenal Diah Anggraeni?,” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Abdul Basyir dalam Persidangan di PN Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017).

“Kenal,” jawab Zudan.

“Pernah dititipkan pesan untuk Pak Irman katanya pak Irman pernah terima pesan malam-malam, kalau ditanya orang tidak kenal Setnov?,” tanya JPU KPK.

“Bu Diah pesan kalau ketemu Pak Irman dipesan tidak kenal Pak Setnov. Kemudian suatu malam saya ketemu pak Irman. Saya tanya Pak Irman, Pak kenal Setnov gak? Pak Irman bilang tidak kenal, terus dia tanya ada apa pak prof? Saya jawab dulu Bu Diah pesan kalau ada yang menanyakan Pak Irman tidak kenal Pak Setnov, dan ternayta benar, saya tanya gak kenal,” jelas Zudan.

Kemudian Abdul Basir pun mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan oleh Zudan mengenai pesan yang dimaksud Diah.

“Pak Irman yang ngomong tidak kenal Setnov atau saudara sampaikan pesan bu Diah kalau ditanya KPK tidak kenal pak Novanto?,” cecar JPU Abdul Basir.

“Caranya kan tidak begitu, Pak Irman kenal Pak Setnov enhgak? Tidak langsung sampaikan pesan. Saya ke rumah Pak Irman, waktu itu saya diskusi banyak hal baru satu titik saya tanya bapak kenal Pak Setnov gak? Pak Irman bilang enggak, kemudian dia tanya ada apa pak prof? Saya jawab bu Diah pernah sampaikan ke saya kalau ada yang tanyakan jangan kenal Pak Setnov,” jawab Zudan.

Zudan menjelaskan, di pernah terfikir alasan mengapa Diah menitipkan pesan tersebut.

“Saya tanya kenapa? Dia bilang ini amanah sampaikan saja langsung saya tanya ini amanah dari mana? Bu Diah jawab ini langsung dari Setnov,” beber Zudan.

Dijelaskan oleh Zudan kejadian itu terjadi sekitar tahun 2015-an dan saat itu Sugiharto sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

 

 

Share This: