Sempat Terganggu Mogok Karyawan, Busway Trans Jakarta Beroperasi Lagi

_

“Alhamdulillah!,” gumam seorang perempuan berseragam resmi ketika melihat loket darurat Trans Jakarta di dekat stasiun Tebet dibuka. Dua buah mobil ukuran sedang sebesar bus metromini berwarna biru muda yang terparkir dekat pintu kereta, mulai bergerak, lalu berhenti di samping halte yang belum digunakan.

“Sudah jalan bus Trans Jakartanya?” tanya balaikita,

“Ya, sejak pukul 13.30 kita mulai kerja. Tadi pagi emang mogok,” kata seorang petugas tiket busway Trans Jakarta di bawah fly over dekat stasiun Tebet.

Pagi harinya, seluruh armada Trans Jakarta memang tidak beroperasi, karena karyawan PT Trans Jakarta melakukan demo di kantor pusat TransJakarta, Cawang, Jakarta Timur. Mereka menuntut pimpinan direksi untuk segera mengangkat sebagai karyawan tetap.

Beberapa karyawan ada yang telah datang di kantor TransJakarta sejak pukul 08.00 WIb. Ada pula yang bekerja terlebih dahulu sebelum berdemo.

Namun ada yang menghentikan aktivitasnya ketika pekerjaan berlangsung. Ada bus yang mengangkut penumpang, tetapi menurnkannya di tengah jalan, dan di Kalideres, calon penumpang dilarang masuk ke halte oleh petugas tanpa alasan jelas, sehingga sempat terjadi keributan.

Pemogokan karyawaan PT Trans Jakarta berdampak merugikan bagi calon penumpang. Ratusan ribu calon penumpang terganggu aktivutasnya, terutama mereka yang sudah merasa nyaman dan terbiasa menggunakan busway untuk bepergian, khususnya untuk pe4gi dan ke tempat kerja.

Dan itu tidak hanya bagi warga ibukota, tetapi juga masyarakat yang tinggal di luar Jakarta.

“Saya rencananya mau ke Kuningan. Tapi karena busway mogok, dari Manggari saya naik kereta lagi ke Bekasi,” tutur Imam, warga Harapan Indah Bekasi.

Sejak beberapa bulan terakhir ini Imam meninggalkan sepeda motornya di stasiun Bekasi, lalu menggunakan kereta dan disambung dengan busway untuk mencapai tujuannya di Jakarta.

Dengan harga tiket terjangkau, Rp.3.500 sekali jalan, beroendingin, relatif aman dan terhindar dari “serbuan” pengamen, busway menjadi pilihan banyak orang untuk bepergian di Jakarta.

Apalagi busway memikiki jalur khusus yang steril dari kendaraan lain, sehingga lebih lancar dalam perjalanan. Walau pun masih ada saja sepeda motor yang bandel nyelonong di jalur busway.

Bus Transjakarta tak dapat dipungkiri sudah menjadi bagian dari kehidupan warga ibu kota dalam waktu 13 tahun terakhir. Beroperasi sejak 2004, Transjakarta saat ini sudah memiliki 12 koridor.

Berdasarkan data dari PT Transportasi Indonesia, jumlah penumpang Transjakarta tahun 2016 mencapai 123,7 juta atau naik 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga 2017 PT TransJakarta menargetkan untuk mengoperasikan lebih dari 3.000 unit bus. Dari jumlah tersebut PT TransJakarta akan membeli 300 unit bus low entry yang rencananya akan digunakan di non koridor.

Busway Trans Jakarta diproyeksikan akan menjadi sarana transportasi publik utama di Jakarta, dan bus konvensional yang selama puluhan tahun melayani masyarakat, lambat laun tersingkir. Baik karena kalah bersaing, atau rutenya ditutup oleh Dinas Perhubungan,

Tetapi bila karyawan Trans Jakarta mogok, dan busway tidak beroperasi, siapa yang bertanggungjawab terhadap nasih rakyat yang terlantar? Sedangkan banyak moda transportasi lainnya sudah menghilang.

Share This: