Senator Sulbar Asri Anas: Mahathir Mohammad Harus Minta Maaf!

_

Ucaapan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, yang menyebut PM Malaysia saat ini, Datuk Seri Najib Tun Razak sebagai keturunan lanun (perompak) Bugis, telah menimbulkan reaksi yang keras. Tidak hanya bagi Najib Tun Razak dan pengikutnya, tetapi juga oleh masyarakat Bugis pada umumnya.

“Mahathir tokoh yang memiliki kedekatan dengan Indonesia telah merusak dirinya, menjadi orang picik dan kerdil dalam berpikir serta berucap. Sebagai senator yang juga mewakili masyarakat Bugis Sulawesi, saya meminta Mahatir meminta maaf di media media Malaysia dan media-media Indonesia,” kata Senator asal Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas kepada balaikita di Jakarta, Minggu (22/10/2017).

Menurut Anas, apa yang diucapkan Mahathir bukan hanya persoalan Matahir dan SukunBugis, tetapi bisa berdampak pada hubungan etnis suku-suku serumpun, sebab Mahathir adalah mantan PM.

“Jika Mahathir tidak mau meminta maaf sama saja Mahathir dan turunannya menggali kuburannya sendiri. Sebab ini sudah menjadi harga diri orang Bugis di mana pun diseluruh dunia. Mahathir harus berjiwa besar dengan mengakui salah. Sangat disayangkan tokoh sekelas Mahathir kerdil dan tidak bisa menjaga mulut,” kata Anas.

Sebagaimana ramai dibertikan, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, ketika orasi politik di hadapan pendukungnya di Alor Setar Malaysia dihadapan “Himpunan Sayangi Malaysia”, tanggal 14 Oktober lalu, meminta Datuk Seri Najib Tun Razak (perdana manteri Malaysia), untuk kembali ke Bugis Sulawesi.

Mahathir menganggap Orang Bugis seperti Lanun/perompak, pencuri adalah hal yang salah, fatal dan tidak pantas. Perdana menteri saat ini memang memiliki keturunan Bugis.

“Mahatir sungguh telah menurunkan harga diri orang Bugis, apa yang diucapkan sangat tidak pantas keluar dari mulut mantan perdana menteri yang telah menjabat lebih 20 tahun,” tandas Anas. (*)

 

Share This: