Seniman Malaysia Miliki Plat Nomor Kendaraan Khusus

_

Seniman di Malaysia nampaknya memiliki tempat khusus di mata pemerintah. Tudak hanya mendapat perhatian yang besar, seniman Malaysia juga kerap diberikan fasilitas khusus. Salah satunya adalah  pemberian plat nomor kendaraan khusus untuk seniman.

Mulai 14 Juli 2017 ini siapa pun yang berminat memiliki plat nomor ini. Meskipun disebut plat nomor khusus untuk seniman, dengan kode khusus US (Untuk Senima), tetapi nomor ini juga bisaa dimiliki oleh masyarakat umum, dengan membayar harga tertentu.

Harga setiap nomor akan berbeda-beda tergantung jumlah angka dan eksklisivitas nomor yang diinginkan. Misalnya untuk nomor US 1 dihargai 500 ribu ringgit atau setara dengan Rp.1,3 milyar lebih. Nomor tunggal mulai 2 hingga 9 dihargai RM.250,000 atau Rp.750 juta; Nomor ganda 12 hingga 98 bergara RM.25,000, 3 angka mulai US 100 hingga 998 seharga RM 3,000.

Ada pula dua angka yang berharga tinggi yakni golongan Gold Double yang berangka kembar seperti 22, 55, 77 atau 99 yang berharga 50 ribu ringgit dan Gold Triple dengan harga yang sama. Lalu ada Special Triple, yakni angka-angka 101, 515, 767, 808 dan 969 yang dipatok dengan harga 100 ribu ringgit. Untuk nomor khusus US10 dihargai 100 ribu ringgit.

Dalam keterangannya kepada wartawan, termasuk balaikita di SuezCap building, Kuala Lumpur, Jum’at (14/7) siang, Presiden Seniman Malaysia Rozaidi Jamil mengatakan, pembuatan plat nomor kendaraan khusu untuk seniman ini bekerjasama dengan pihak Jabatan Pengangangkutan Jalan Malaysia (JPJ) atau Kementerian Perhubungan Malaysia.

Setiap peminat bisa mengajukan permohonan ke Persatuan Seniman Malaysia dengan mengisi formulir, kemudian mengikuti ujian yang diadakan JPJ. “Jadi meskipun pemilik nomor itu nanti bukan seniman, tidak perlu khawatir akan disalahgunakan,” kata Rozaidi.

Pembuatan nomor kendaraan khusus untuk seniman ini , tambah Rozaidi, bukan bertujuan untuk gaya-gayaan bagi seniman, karena tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana bagi kalangan seniman.
“Banyak seniman di Malaysia yang membutuhkan bantuan. Ada yang sakit ada yang perlu dibantu kesejahteraannya. Jadi bukan bermaksud agar seniman itu terkesan eksklusif di mata masyarakat, karena ini juga akan dijual kepada masyarakat umum,” kata Rozaidi.

Menjawab pertanyaan kemungkinan ada ekses pemberitaan yang buruk terhadap artis yang menggunakanya karena saat ini banyak paparazi, Rozaidi berharap kalangan seniman, termasuk artis bisa menjaga diri.
‘Kita tidak bisa melarang orang menulis, asal bertanggungjawab. Karena itu para seniman mampu menjaga diri, dan menempatkan diri sebagai bagian dari masyaraakat,” kata Rozaini didampingi Ketua Pengarah Finas (Perbadanan Film Nasional Malaysia) , Datuk Fauzi Ayob.

Pembuatan plat kendaraan khusus ini boleh dibilang sebagai bantuan pemerintah, khususnya JPJ kepada kalangan seniman. “Kita minta diberikan sepuluh ribu nomor, tapi hanya diberi seribu. Segini pun kami bersyukur. Mudah-mudahan kalau habis kita bisa diberi tambahan lagi,” kata Rozaidi.

Ketua PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) Soultan Saladin yang hadir dalam konperensi pers mengatakan salut dengan perjuangan Persatuan Seniman Malaysia dalam mencari dana untuk membantu seniman di Malaysia.
“Di Indonesia banyak seniman yang menderita. Cara seperti ini bisa dilakukan untuk membantu seniman. Ini bentuk keperdulian pemerintah kepada seniman,” kata Soultan.

Share This: