Serikat Perusahaan Pers Angkat Bicara Mengenai 74 Media yang Terverifikasi

Jpeg
_

Kesalahpahaman mengenai adanya informasi 74 media yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers, Serikat Perusahaan Pers (SPS) angkat bicara dihadapan para media di hall SPS Pusat, gedung Dewan Pers, lantai 6, Jalan Kebon Sirih, nomor 32 – 34, Jakarta Pusat (6 Februari 2017).

Pada jumpa pers ini, para Pimpinan SPS yaitu Ketua Harian SPS Ahmad Djauhar, Direktur Eksekutif SPS Asmono Wikan, Sekjen SPS Hedy Lugito, dan Koordinator Verifikasi Perusahaan Pers Syafrifdi menyampaikan langsung kepada media terkait sikap SPS. Asmono Wikan mengungkapkan, penyikapan ini dilakukan untuk menghindari kegaduhan lebih jauh terkait program verifikasi perusahaan pers yang sudah menuai berbagai polemik di media sosial sepanjang hari kemarin.

Sekjen Serikat Perusahaan Pers Heddy Lugito pun menegaskan bahwa tidak akan memberikan sertifikat perusahaan pers yang dinyatakan lolos sebelumnya, “SPS telah menerima penegasan bahwa Dewan Pers tidak menyampaikan secara terbuka nama-nama perusahaan pers maupun menyerahkan sertifikat standar perusahaan pers yang telah diverifikasi Dewan Pers pada acara Hari Pers Nasional di Ambon 9 Februari 2017.” Sebelumnya, beredar di publik 74 media cetak, televisi, radio, dan media online yang dinyatakan lolos verifikasi dan akan menerima sertifikat pada peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2017 di Ambon.

Program verifikasi Dewan Pers merupakan langkah strategis bagi pengembangan profesionalisme pers Indonesia, namun pelaksanaannya perlu dikawal dengan baik. Salah satu rekan media mengungkapkan, bahwa dengan pengumuman 74 media yang terverifikasi merupakan pukulan telak bagi media-media yang tidak terverifikasi. “Jangan sampai ada kesan diluar dari 74 itu tidak lolos.”

Ketua Harian SPS Ahmad Djauhar juga menambahkan bahwa begitu banyaknya media baru yang bermunculan yang menjadi salah satu hal sulitnya seluruh media yang terverifikasi, “Media Cetak yang terdata ada sekitar 471 yang termasuk media harian, mingguan dan bulanan belum lagi media online itu luar biasa, ada yang bilang 3000 lebih tapi ada juga yang sampai 430.000 media.”

 

Share This: