Setelah dari BK DPD, Afnan Langsung ke Polda Metro Jaya

Afnan dan pengacaranya, Toni, SH usai melapor ke BK DPD (Foto: HW)
_

Senator  DPD RI asal Yogyaarta,  Mohammad Afnan Hadikusumo, sudah melaporkan anggota DPD Benny Rhamdani dan Jelis Julkarson Hehi ke Badan Kehormatan (BK) DPD, Senin (10/4) siang. Bersama pengacaranya, Toni, SH, Afnan datang ke BK DPD untuk menyerahkan lapran dan bukti-bukti atas tindak kekerasan yang dialaminya.

Laporan Afnan diterima oleh petugas Sekretariat BK DPD dan akan diteruskan kepada Pimpinan BK DPD  untuk ditindaklanjuti.

“Kami mohon agar kasus ini segera ditindaklanjuti sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Kami percaya BK tidak akan mendiamkan kasus ini, karena ini merupakan pelanggaran terhadap etik yang berat,” kata Toni, SH.

Usai menyerahkan laporan ke BK DPD, Afnan dan pengacaranya langsung berangkat ke Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan kelanjutan penanganan polisi atas tindak kekerasan yang dialaminya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Afnan Hadikusumo menerima perlakukan kasar dari sesama anggota DPD, saat Rapat Paripurna DPD berlangsung, Senin (3/4) lalu. Ketika itu Afnan yang mengaku ingin mengingatkan senator lain yang memaksa untuk membawacakan Tata Tertib (Tatib) DPD yang baru, diperlakukan kasar oleh senator lain yang diduga Benny Ramdani dan Jelis Julkarson Hehi.

Kekacauan terjadi dalam Rapat Paripurna karena ada pihak yang memaksa ingin membacakan Tatib baru yang menyebutkan masa tugas pimpinan DPD berlangsung selama 2,5 tahun sebagaimana permohonan sebagaian anggota DPD ke Mahkamah Agung (MA). Tetapi MA sudah memutuskan bahwa masa jabatan Pimpinan DPD tetap 5 tahun. Pro dan kontra dalam tubuh DPD membuat Rapat Paripurna berlangsung ricuh dan menjurus ke perkelahian fisik antaranggota.

“Waktu itu klien kami didorong sehingga kepalanya terbentuk meja, dan sampai saat ini masih merasaka sakit dan pusing,” kata Toni.

Adapun tujuan kedatangannya ke Polda Metro Jaya adalah untuk menanyakan tindak lanjut penanganan pihak kepolisian atas laporan yang dibuat Afnan atas dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.

“Kami sudah melaporkannya seminggu lalu. Bukti-bukti sudah kami serahkan, tapi sampai saat ini belum satu pun saksi yang dipanggil oleh polisi. Kami akan menanyakan hal itu,” kata Toni.

Share This: