Setelah Dikunjungi Fahri Hamzah, KPK pindahkan Auditor BPK dari Mapolres Jaktim

Barang Bukti OTT
_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memindahkan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri ke ruang tahanan di Gedung KPK. Sebelumnya Rochadi dititipkan  di tahanan Mapolres Jaktim.

Informasi pemindahan Rochadi itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah,  saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/6/2017).

“Ya benar, kemarin dilakukan pemindahan tahanan untuk tersangka RS ke Rutan Cabang KPK di Kantor KPK Kab. C-1,” ungkap Febri.

Menurut Febri,  pemindahan terhadap RS dilakukan Rabu kemarin. Tujuan pemindahan itu untuk  meminimalisir adanya persentuhan antara tersangka dengan pihak lain.

“Pemindahan dilakukan agar proses penyidikan ini bisa lebih dilakukan secara efektif, dan meminimalisir persentuhan dengan pihak-pihak lain di luar pihak yang berhak, sesuai peraturan yang ada,” papar Febri.

Senin (29/5) lalu Fahri Hamzah bersama anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu melakukan kunjungan ke Mapolres Jakarta Timur. Dalam kunjungan itu Fahri sempat menemui Rochadi.  Kunjungan Fahri dan Masinton disambut langsung oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo. Fahri berkilah kedatangannya ke Polres Jaktim dalam rangka kunjungan kerja.

Auditor BPK, Rochmadi Saptogiri merupakan salah satu tersangka penerima suap dari pejabat  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT). Suap diberikan pihak kementerian  untuk mendapatkan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Jumat pekan lalu (26/5) KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK menduga Irjen Kemendes PDTT Sugito melakukan suap terhadap Auditor BPK Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli untuk mendapatkan status WTP tersebut. Suap yang dilakukan Irjen Kemendes PDTT diberikan melalui perantara staf dibawahnya, Jarot Budi Prabowo.

Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli diduga menerima suap dengan total 240 juta. Saat tangkap tangan, ditemukan uang Rp 40 juta di ruangan Ali Sadli. Uang itu diduga merupakan bagian dari total komitmen Rp 240 juta. Sebelumnya diawal Mei 20017 diduga telah diserahkan uang Rp 200 juta. Uang Rp 40 juta merupakan uang yang diduga akan diserahkan kepada Ali Sadli

Atas perbuatan itu, Sugito dan Jarot Budi Prabowo yang diduga sebagai pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) hurub b, atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli yang diduga sebagai penerima, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Share This: