Setelah Mengaku Tidak Kenal Andi Narogong, Anas Bantah Terima Uang e-KTP

_

Bagaikan koor yang kompak, penyangkalan terhadap penerimaan uang e-KTP terus ke luar dari mulut para saksi. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga membantah menerima uang dari proyek pengadaan e-KTP. Sebelum persidangan Anas mengatakan tidak mengenal Andi Narogong.

“Kalau kasus e-KTP tidak ada uang yang masuk di kongres,” ungkap Anas saat ditanyai Ketua Hakim Jhon yang menanyai adanya aliran dana ke kongres tersebut, Kamis (6/4/2017).

Saat dimintai penjelasan oleh Ketua Hakim, Jhon mengenai adanya aliran dana yang mengalir ke Anas sebesar USD 500.000  yang digunakan untuk pelaksanaan kongres, Anas juga membantah.

“Itu sudah dibahas dengan sangat detil pada kasus saya sebelumnya. Dan pembahasan sangat detil sama sekali tidak terkait dengan kasus sekarang.  Karena para saksi jumlahnya sangat banyak, buat saya aneh ketika ada satu peristiwa ada jalan cerita yang berbeda beda,” katanya.

Dalam dakwaan tertulis, ada dana yang mengalir untuk Kongres Partai Demokrat dipaparkan sangat rinci, antara lain untuk pembayaran hotel Sultan, dalam rangka konsolidasi relawan. Wakt itu sekitar 350 peserta hadir dalam acara tersebut, dan yang hadir, dipesankan kamar untuk menginap.

“Justru hal hal detil itu sudah disampaikan di persidangan. Uang itu datang dari mana, dibelanjakan apa, sangat lengkap,” kata Anas.

Sebelumnya mantab Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin hadir menjadi saksi di persidangan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, menyebut Anas Urbaningrum menerima Rp 500 miliar dan USD 3 juta dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Nazar menjelaskan uang tersebut secara langsung tidak berkaitan dengan kegiatan partai Demokrat. Namun, menurut Nazaruddin, ada alokasi sebesar USD 100.000 untuk Jafar Hafsah, Ketua Fraksi Demokrat di DPR, menggantikan Anas yang terpilih menjadi ketua umum Demokrat.

Share This: