“Single-2”: Film Yang Sangat Personal Bagi Raditya Dika.

_

Single-2 adalah salah satu film nasional yang akan menghibur penonton di hari lebaran ini. Film produksi Soraya Intercine ini disutradarai oleh Raditya Dika yang juga menjadi penulis skenario dan sekaligus pemeran utama.

“Ini adalah film yang sangat personal buat saya. Cerita film saya tulis ketika jelang saya menikah. Jadi ini karya saya yang terakhir mengangkat tema jomblo,” ujar Radtya Dika jelang gala premiere di bioskop Plaza Senayan XXI, Sabtu (2/6/2019).

Adegan film Single-2 (Soraya Intercine Film)

Film ini mengisahkan tentang Ebi yang hampir berusia 30 tahun tapi masih melajang dan tidak pernah pacaran. Sebelum ulang tahunnya ke-30 Ebi bertekad dia harus punya kekasih biar tidak jomblo lagi. Untuk itulah dia melakukan pendekatan dengan beberapa cewek, termasuk menemui Angel yang bermukim di Bali.

Film ini masih libatkan Annisa Rawles sebagai Angel,
sedangkan tiga tokoh baru yaitu Johan, Nardi, dan Alika, yang berturut-turut diperankan Yoga Arizona, Ridwan Remin, dan aktris pendatang baru Mentari Novel.

Beban Raditya Dika.

Sebagai penulis laris Raditya dikenal produktif, terbukti sudah beberapa judul film yang ia produksi.
Pria 34 tahun ini merilis buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan  dan langsung masuk kategori best seller.

Selain sukses dalam karir menulisnya, Raditya Dika juga memiliki beberapa judul film yang dimainkan dan sebagian disutradarainya sendiri. Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, dan Koala Kumal adalah sederet judul film hasil adaptasi dari novel-novelnya.

Film-film karya Raditya memang selalu diburu penggemarnya. Dengan alasan itulah Soraya Intercince Film selalu memberi kebebasan pada komika beken ini untuk terus berkarya.

Menjadi penulis skenario, menyutradarai sekaligus menjadi pemain dalam sebuah film, bukanlah pekerjaan ringan bagi seorang sineas.

Melalui film terbarunya Single-2, penulis dan stand-up comedyan Raditya Dika mencoba melawan teori tersebut, di mana ia memborong ketika jenis pekerjaan tersebut sekaligus.

Hasilnya memang tidak begitu menggembirakan. Film yang sejatinya dibuat untuk mengocok tawa penonton melalui genre komedi yang dipilihnya, gagal membuat suasana jadi “pecah”. Tokoh Ebi dalam film ini terkesan menjadi sangat serius, karena Dika, melalui tokoh Ebi, tidak berani memperolok dirinya sendiri, melalui tokoh yang karikatural dan comic.

Namun Dika adalah seorang lucky boy, yang banyak memiliki penggemar setia, di mana bagi penggemarnya, Dika dan karya-karyanya adalah sesuatu, sehingga apa yang dibuat selalu disukai. Ini pun nampaknya bakal terjadi dalam Single-2 yang mendapat 320 layar dari pihak bioskop.

 

Share This: