Solo Great Sale & Calendar Event Solo 2017

balai-kita-photo
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Walikota Solo dan Puteri Pariwisata dan Dikna Faradiba, Miss Southeast Asia Tourism Ambassadress 2016/2017 dalam peluncuran Solo Great Sale di Balairung Soesilo Sudarman Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (16/1). (FOTO: ist)
_

Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya MSc bersama Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo me-launching Solo Great Sale (SGS) dan Calendar Event Solo 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin malam (16/1/17). Event tahunan SGS ini mengangkat tema “Ceria Bersama Pesona Belanja Kota Budaya” dan akan memanjakan semua wisman dan wisnus selama satu bulan penuh, 1-28 Februari 2017 untuk pesta discount. Lokasinya, di semua pusat perdagangan dan perbelanjaan; hotel & restoran; pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di kota Surakarta, Jawa Tengah.

Bagi para pemburu diskon, penghobi belanja, sekaligus jalan-jalan di pusat perbelanjaan Kota Bengawan, pastikan di antara tanggal 1-28 Februari itu membuat planning ke Solo, sebab ada Solo Great Sales 2017 yang sudah memasuki tahun ke-3. Kegiatan ini makin memperkuat branding Kota Solo sebagai kota budaya, destinasi wisata & kota MICE.

“Selama satu bulan SGS 2017 ini diproyeksikan menghasilkan transaksi sebesar Rp 200M, atau naik 30% dari capaian tahun lalu Rp 125M. Kunjungan wisatawan ditargetkan 250.000 orang, yang menginap di hotel 150 ribu. Maka events ini betul-betul akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Solo, dari sektor pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini sekaligus memperkuat asumsi yang pernah disampaikan secara resmi oleh World Bank, bahwa Pariwisata adalah sektor yang sangat kuat menyumbangkan 10% PDB Nasional, dan saat ini Indonesia tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan PDB Pariwisata di atas rata-rata industry yang lain. “Spending USD 1 juta, akan menghasilkan PDB minimal 170% atau lebih. Ini yang sering disebut orang dengan istilah multiplying effect terbesar di sector Pariwisata itu,” jelas Arief Yahya yang tahun 2013 sudah terpilih sebagai Marketeer of The Year versi MarkPlus tersebut.

Shopping dan Culinery, kata Arief Yahya, itu adalah 45% dari 60% portofolio Pariwisata. Jadi persentasenya sangat besar. Pariwisata itu 60% culture, 35% nature, 5% manmade. Dari 60% yang culture itu, 45%-nya diborong oleh Shopping and Culinary. “Karena itu Solo Great Sale 2017 ini menjadi sangat strategis,” jelas Arief Yahya yang asli Banyuwangi ini.

Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi penyelenggaraan SGS 2017 ini yang diformat untuk upaya mempromosikan dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Solo. Tentu dengan program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang tahun ini mentargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Biasanya bila Januari bertepatan dengan musim liburan hari raya Imlek akan terjadi lonjakan kunjungan wisman, selanjutnya pada Februari akan terjadi penurunan kunjungan wisman. Bulan Februari 2017 kemungkinan akan low season sehingga perlu upaya kreatif antara lain menggelar even menarik seperti penyelenggaraan SGS 2017 yang masuk sebagai kalender pariwisata nasional,” kata lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris, dan Program Doktoral Unpad Bandung itu.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, SGS 2017 ini merupakan upaya untuk menggerakan perekomian masyarakat maupun dunia usaha. Diantaranya; perbankan, hotel, properti, maskapai penerbangan, kereta api, dealer mobil dan motor, bengkel, restaurant, travel agent, jasa transportasi, pertokoan, toko elektronik, butik, distro, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, komunitas sentra-sentra industri , klinik kecantikan, spa dan salon kecantikan, serta semua perusahaan produk barang maupun jasa di wilayah Solo Raya.

“Ini sekaligus komitmen Pemkot Surakarta dan KADIN Kota Surakarta dalam  memperkuat branding dan mendorong iklim bisnis dan investasi yang kondusif bagi pelaku usaha di Surakarta.  Apalagi bila melihat siklus pergerakan ekonomi dan bisnis yang terjadi di bulan Februari, hampir seluruh sektor usaha mengalami perlambatan (low season) untuk ini  diperlukan stimulasi kegiatan promosi efektif yang  mampu lebih menggeliatkan ekonomi,” kata  FX Hadi Rudyatmo.

Untuk memeriahkan SGS 2017, akan diintegrasikan dengan berbagai kegiatan lain selama Februari 2017 di Kota Solo. Seperti Solo Imlek Festival (Chinese Traditional & Cullinary and Flying Lampion), Haul Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi, Grebeg Sudiro (sedekah bumi, grebeg & kembang api), Festival Jenang; Hari Jadi Kota Solo, Pameran Produk UKM; Festival seni budaya;  Solo Fashion Paradise;  Otomotif & Realestate Expo;  Solo Karnaval; kreatifitas tenant; dan hiburan lainnya. (*)

Share This: