“Stadhuis Schandaal”, Film Karya Sutradara Adisurya Abdy Setelah 14 Tahun Beristirahat

Sarah Spech (Tara Adia) wanita yang hidup di masa pemerintahan Hindia Belanda bertemu dengan Fei (Amanda Rigby) seorang mahasiswi masa kini yang tengah melakukan penelitian. (Ist)
_

14 tahun bukanlah waktu yang pendek bagi seorang sineas untuk “beristirahat”. Adisurya Abdy, sineas yang dikenal dengan karya film-film dramanya sampai akhir 1990an, telah menjalaninya. Meski pun, ia masih tetap mengabdi di dunia film, antara lain dengan menjadi Kepala Sinematek Indonesia dan bergumul di Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.

Setelah menjalani masa sabatikal yang cukup panjang, Adi mencoba masuk lagi ke dunia yang telah membesarkan namanya: membuat film. Karya terbaru Adi yang berjudul Stadhuis Scandaal akan main di bioskop pada 26 Juli 2017 mendatang.

Lalu apa yang dibuat Adi selah istirahat panjangnya?

“Seperti kita ketahui, 70 persen film yang dibuat saat ini memiliki genre yang sama, yakni horor. Setelah 14 tahun tidak bikin film, apakah saya akan mengikuti genre yg ramai? Rasanya tidak pantas,” ungkap Adi dalam acara Diskusi tema film Stadhuis Schandal di Gedung PPHUI, Kuningan, Jakarta, Jum’at (13/7/2018) siang.

Diskusi film “Stadhuis Schandaal” di PPHUI Kuningan, Jum’at (23/7/2018).

Diskusi dipandu oleh moderator Maman Suherman sebagai moderator berlangsung di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail Jakarta, Jumat 13 Juli 2018 dengan nara sumber Remy Silado,Sutradara Adisurya Abdi,produser Omar Jusma, music director Areng Widodo, dan Indy, seorang youtubers, yang mencuat jadi buah bibir masyarakat yang ingin tahu karya terbaru dari seorang Adisurya Abdy.

“Dalam film ini belajar lagi menguasai perangkat baru.
Saya kuat di drama, tapi drama yang bagaimana? Saya ingin membuat hiburan nyang memberi ide pada knowledge,” tambahnya.

Stadhuis Schandaal adalah sebuah film yang mengisahkan percintaan seorang puteri jenderal Belanda dengan perwira rendahan. Pada akhirnya hubungan itu dianggap aib dan sang perwira dihukum mati. Yakni antara Sarah Speck dengan dengan Peter, seorang perwira rendahan.

Pada masa itu, perselingkuhan adalah sebuah aib yang diancam dengan hukuman mati. Eksekusinya sangat sadis: ada pelaku yang digantung, direndam dalam bak air yang tutupnya diduduki, ditembak dan lain sebagainya.

Menurut budayawan Remy Silado, kisah yang terdapat dalam Stadhuis Schandaal memang benar terjadi. Stadhuis adalah yang sekarang dijadikan Musium Fatahillah.

“Tokoh dalam film ini adalah asli. Waktu itu perzinahan hukumannya berat, orang hukuman hidungnya dicoret, dari situlah muncul istilah hidung belang,” kata Remy Silado.

Menariknya, film ini menampilkan setting kurun waktu berbeda, yakni antara kisah jaman Gubernur Jan Pieterzoon Coen, hingga setting jaman modern. Kedua masa itu memiliki kaitan dalam cerita. Ada misteri lama yang terkuak melalui tokoh Fey, mahasiswi yang tengah mengadakan penelitian.

Untuk menampilkan nuansa masa lalu, selain melakukan pengambilan gambar di Musium Fatahillah, Adisurya Abdy juga membangun sebuah set khusus berbentuk benteng yang berdiri di atas tanah milik PT Inter Studio.

Sedangkan untuk setting modern, pengambilan gambar dilakukan di Jakarta, di sebuah perkebunan kelapa sawit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah dan di Shanghai, China.

Film ini dibintangi oleh Tara Adia, Amanda Rigby, Septian Dwicahyo, Tio Duarte, Rensy Milano, George Taka, Viland Volt, Anwar Fuady, Roweina Umboh dan lain-lain.

Skenario film ini ditulis oleh Irfan Wijaya, Director of Photographi Omar Jusma, Penata Musik Areng Widodo dan Penata Artistik Tengku Rusian.

Adisurya Abdy memilih Areng Widodo, Penata Musik kawakan yang sudah bekerjasama dengannya sejak 40 tahun lalu. Adi memberi kebebasan kepada Areng untuk membuat musiknya.

Selain membuat musik yang berbeda, Areng Widodo juga memasukan lagu karyanya Syair Kehidupan sebagai soundtrack film ini. Lagu tersebut menjadi hit ketika dinyanyikan oleh Achmad Albar pada tahun 1980. Di film ini melodi lagu tersebut terdengar lirih lewat gesekan biola Tara Adia yang memang memiliki kemampuan bermusik.

 

 

Share This: