Sugiharto Sebut Markus Nari Terima 400 ribu Dolar

_

Terdakwa II, Kasus dugaan Korupsi Pengadaan KTP Elektronik (e-KTP) Sugiharto, mengungkapkan  bahwa Anggota Komisi II DPR RI Periode 2009-2014, Markus Nari menerima uang  400 ribu dolar, dari proyek e-KTP.

Uang tersebut diantarkannya langsung ke Markua Nari di sebuah gedung tua yang berada dekat di Kantor TVRI Senayan.

Pemberian uang itu terungkap dalam terungkap dalam sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta,

“Iya Rp 4 miliar. Kemudian ditukarkan 400 ribu dolar, kan bawanya tebel gitu gak enak dan saya minta Anang untuk menukarkan ke pecahan 1000 dollar, supaya lebih tipis,” ungkap Sugiarto, Senin (12/6/2017).

Sugiharto diperintah oleh Irman untuk mengantar uang ke Markus Nari Dia naik taksi dari Kalibata ke TVRI, kemudian saya diajak naik Alphard Markus Nari.

“Dia mudun, aku mudun. dia ke gedung tua di dekat TVRI Senayan,” jelasnya.

Giarto la,u menirukan percakapannya dengan Markus kala itu.

“Yuk ke sini,” kata Markus.

“Dia masuk, dan saya masuk.” paparnya

“Anu pak, titipan dari pak Irman,” jelas Giarto

“Terus kasihkan duitnya. Itu empat mata,” ungkap Giarto.

Tak hanya untuk Markus Nari, Giarto juga memberikan uang sebesar 1,2 juta dolar  yang berasal dari tersangka Andi Narogong kepada Anggota Komisi II, Fraksi Hanura, Miryam Haryani.

Uang itu diakuinya pun merupakan uang yang diminta oleh Miryam untuk anggota komisi II sebelum masuk masa reses DPR kala itu.

“Jumlahnya dari Andi 1,3 juta dolar dan dari Paulus Tanos 300 ribu-an dolar. Tapi saya sampaikan ke Yani (re:Miryam) sebesar 1,2 juta dolar,”paparnya.

Uang tersebut langsung dikirimkannya ke rumah Miryam dan dititipkan kepada ibunda Yani.

“Waktu itu saya telpon, katanya tinggalkan saja langsung ke ibunya,” paparnya.

Sugiarto mengaku dititipi uang sebesar 1,5juta dolar oleh  Andi Narogong dan Paulus Tanos. Kemudian uang tersebut dibagikan kepada Miryam S. Haryani sebesar 1,2juta dolar, Markus Nari sebesar 400 ribu dolar, dan Terdakwa Irman 200 ribu dolar yang diakuinya sebagai uang untuk tim supervisi.

 

Share This: