Sultan HB X dan GKR Hemas Hadiri Halal Bihalal Dengan Perantau Asal Yogyakarta di Jakarta

_

Sekitar 1000 orang perantau asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memenuhi Ruang Panti Prajurit Balai Sudirman Jakarta, Minggu (23/6/2019). Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti acara halal bihalal perantau asal Yogyakarta bersama Gubernur DIY sekaligus Raja Yogya, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan isteri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, serta Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan isteri.

Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas menerima sepatu dari pengrajin sepatu Yogyakarta. (HW)

Acara halal bihalal yang juga dihadiri oleh Bupati dan Walikota dari 4 Kabupaten dan satu Kota di Yogyakarta ini berlangsung meriah. Sri Sultan Hamengkubuwono dan GKR Hemas datang ke Balai Sudirman pada pulul 10.15 WIB, lalu duduk di kursi terdepan bersama Paku Alam X dan isteri.

Acara dimeriahkan dengan tari-tarian, tembang-tembang Jawa dan sebuah fragmen tarian berjudul Golek Menak yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Di awal acara Sri Sultan Hamengkubuwono X menerima sepatu buatan pengrajin dari Gunung Kidul, DIY. Kemudian empat Bupati dan satu Walikota dari DIY memberikan pemaparan tentang kondisi Yogyakarta saat ini, yang semakin maju, terutama sejak adanya Bandara Kulonprogro.

“Kami berterima kasih atas arahan Pak Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam menjalankan pembangunan di wilayah kami. Gunung Kidul yang dulu dikenal sebagai daerah tertinggal kini luar biasa ramai karena pariwisatanya berkembang pesat. Kalau kita ke Temon, di Kulonprogo, kita tidak menyangkan ada bandara yang demikian modern. Jadi Yogyakarta sekarang ini semakin maju. Kalau ada perantau yang ingin berinventasi di Yogya, kami sangat bersyukur,” kata Bupati Gunung Kidul, Badingah, dalam sambutannya.

Sri Sultan Hamengkubuwono sendiri menyinggung tentang potensi besar yang dimiliki oleh para perantau, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan diaspora.

“Cina, Korea, itu maju karena para perantau mereka atau yang sekarang disebut diaspora, kembali ke negerinya dengan membawa hasil yang diperoleh dari perantauan. Betapa besarnya potensi ekonomi yang dimiliki diaspora, dan itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah asalnya,” kata Sultan.

Bagi GKR Hemas, halal bihalal dengan masyarakat Yogyakarta di perantaruan juga sebagai ajang untuk bertemu dengan konsituennya yang sudah meninggalkan Yogyakarta.

GKR Hemas adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Yogyakarta yang sudah empat kali berturut-turut terpilih. Banyak konstituennya yang sudah merantau ke berbagai daerah, terutama ke Jakarta.

Pada Pemilu tahun 2014 ini GKR Hemas kembali terpilih sebagai anggota DPD dengan suara mencapai 400 ribu lebih. GKR Hemas menyatakan akan memperjuangkan kepentingan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia melalui DPD, tanpa melihat latar belakang dan asal masyarakatnya.

 

Share This: