Survei Indikator Politik: Pasangan Ahok – Djarot Masih Teratas

Burhanuddin Muhtadi dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia memaparkan hasil survei tentang elektabilitas Cagub DKI, di Jakarta, Jum'at (10/2) - Foto: HW
_

Pasangan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dan Djarot masih di posisi teratas dengan dukungan sekitar 39 %, mengalami peningkatan sedikit dibandingkan survei bulan lalu yang mendapat 38,2%. Pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies – Sandi) mengalami peningkatan signifikan dari 23,8 % bulan lalu, menjadi 35,4 persen. Sedangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylvia Murni (Agus – Silvy)  berada di posisi ketiga dengan posisi dukungan sekitar 19,4%, dibanding bulan lalu mendapat 23,6 %.

Data dukungan pemilih itu disampaikan oleh Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia (IPI), di kawasan Cikini Jakarta, Jum’at (10/2) siang. IPI melakukan survei kepada penduduk Jakarta antara tanggal 2 – 8 Februari 2017. Pengumuman hasil survei itu juga dihadiri oleh tiga anggota partai pendukung Pasangan Cagub, masing-masing Roy Suryo dari Partai Demokrat, Maruarar Sirait dari PDIP dan Mardani Ali Sera dari PKS.

Menurut survei, sekitar 67 % basis pendukung Ahok memilih karena menilai “sudah ada bukti hasil kerjanya” dan “berpengalaman di pemerintahan”. Agus – Silvy didukung karena dinilai tegas dan berwibawa (32 %).

Sementara Anies – Sandi dinilai karena pintar / berpendidikan (18 %), memiliki kesamaan agama (16 %), berpengalaman di pemerintahan (12 %) dan ramah / santun (12 %).

Isu Al-Maidah masih membayangi Ahok. Jika ucapan Ahok dianggap menista agama, efek elektoralnya terhadap Ahok sangat negatif, hanya sekitar 16 % yang mendukung Ahok – Djarot, pada kelompok yang memberi “vonis” social tersebut. Sementara Anies – Sandi mayoritas, 51 %.

“Survei ini ditujukan untuk memotret dinamika elektoral jelang akhir kampanye, dan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan warga, dan efeknya terhadap elektabilitas ketiga pasangan,” kata Burhanuddin.

Sebanyak 1000 responden ditetapkan dalam survey ini, yakni seluruh warga negara Indonesia di provinsi Jakarta yang punya hak pilih. 621 responden berhsil diwawancarai, dengan margin error 4.0 %. Responden diwawancarai melalui tatap muka.***

 

Share This: