Survey Indikator Politik: Anies – Sandi Ungguli Ahok – Djarot

Burhanudin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia ketika mengumumkan hasil survey di Jakarta, Sabtu (15/4) sore. (Foto: HW)
_

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Sjaiful Hidayat (Djarot), dalam survey elektablitas yang dibuat oleh Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia.

Seandainya pemilihan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur dilaksanakan sekarang ini, Anies – Sandi akan dipilih oleh 48,2 persen pemilih, dan Ahok – Djarot dipilih oleh 47,4 pemilih.

“Namun angka ini bisa berubah pada saat pemilihan, sehingga kami tidak bisa memastikan siapa yang akan menang dalam Pilkada tanggal 19 April mendatang,” kata Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik di Cikini, Jakarta, Sabtu (15/4/2017) sore.

Pengumuman hasil survey juga dihadiri oleh Ketua Tim Pemenangan Anies – Sandi, Mardali Ali Sera dari PKS, dan Ketua Tim Pemenangan Ahok – Djarot, Maruarar Sirait dari PDIP.

Survey diadakan pada tanggal 11 – 14 April 2017, lima hari menjelang pemilihan Gubernur DKI yang akan diadakan pada tanggal 19 April 2017 mendatang. Populasi survey adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum.

Dalam survey ini ditetapkan sebanyak 1000 responden, tetapi hanya 495 responden yang berhasil diwawancarai, dengan toleransi tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 4,5 %, pada tingkat kepercayaan 95 % dengan asumsi simple random sampling.

Keunggulan Anies di mata responden adalah santun (88 %) / (Ahok 49 %) dan ganteng (80 %) / (Ahok 72 %), sedangkan Ahok dinilai pintar atau berwawasan luas (87 ) / Anies (84) , perhatian kepada rakyat (Ahok 74 / Anies 64) ; jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi (Ahok 65 / Anies 55); tegas dan berwibawa (Ahok 85 / Anies 64); serta mampu memimpin provinsi Jakarta (Ahok 73 / Anies 56).

Ahok juga dinilai lebih unggul dari Anies dalam debat mapun talkshow baik yang resmi diadakan oleh KPU maupun oleh tivi swasta.

Dalam Debat Cagub KPU DKI tanggal 12 April 2017 yang disaksikan 45 % responden, 57 % dari responden yang menyaksikan menilai Ahok – Djarot ebih baik, sedangkan Anies – Sandi (34 %).

Dalam talkshow “Jakarta Kece” di Net TV tanggal 8 April 2017 yang disaksikan 74 respnden, Ahok dinilai unggul oleh 53 % responden yang menonton, sedangkan Anies – Sandi oleh 39 %.

Ketidakhadiran Anies – Sandi dalam Debat Cagub yang diadakan Kompas TV tanggal 2 April 2017, dinilai tidak tetapt oleh 61 responden, dan 21 % menilai tepat, 18b% tidak menjawab.

Dalam Debat Cagub di Mata Najwa tanggal 27 Maret 2017, yang disaksikan oleh 67 % responden, 55 % menilai Ahok – Djarot lebih baik dibandingkan Anies – Sandi yang dinilai lebih baik oleh 39 responden, 6 % tidak menjawab.

Dari seluruh responden, 100 % mengaku kenal Ahok, tapi hanya 68 % yang suka, Anies dikenal oleh 98 % responden, tapi 74 % suka. Djarot dikenal oleh 98 % responden, 67 % suka, Sandiaga 88 % persen responden kenal, 75 % suka.

Dibandingkan survey pada Mei – Juni 2016, popularitas Ahok pada April 2017 ini stabil, sebaliknya popularitas Anies meningkat. Namun kesukaan terhadap Anies menurun dibanding dua bulan lalu, sebaliknya kesukaan terhadap Ahok meningkat.

Apakah Ahok masih diinginkan kembali memimpin Jakarta? Dalam survey kali ini 50 % responden menginginkan Ahok kembali memimpin, dan 43 % tidak menginginkan Ahok kembali, sedangkan 7 % tidak menjawab.

Responden yang menginginkan Ahok kembali menurun dibandingkan survey pada Mei – Juni 2016 lalu yang mendapat 58 %, walau meningkat pada survey Februari 17 yang meraih 44 % responden. Yang tidak menginginkan Ahok kembali menurun dari 45 % bulan Februari 17 yang mencapai 45 %.

Share This: