Syamsul Fuad Mengaku Pernah Ditawari Rp.10 Juta oleh Produser “Benyamin Biang Kerok”

Syamsul Fuad. (Foto" HW)
_

Penulis cerita asli film “Benyamin Biang Kerok”, Syamsul Fuad mengaku pernah ditawari uang Rp.10 juta oleh Oddy Mulya Hidayat, produser film “Benyamin Biang Kerok” versi baru. Tawaran disampaikan ketika keduanya bertemu di kantor Redaksi Harian Pos Kota, yang dimediasi oleh wartawan harian tersebut.

“Waktu itu Oddy mau ngasih saya sepuluh juta, terus saya disuruh minta sama Beno (putra almarhum Benyamin S), lima belas juta lagi. Jadi semuanya duapuluh lima juta. Saya enggak mau, apa urusan saya sama Beno,!” ungkap Syamsul, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (28/3/2017) pagi.

Menurut Syamsul, dalam pertemuan yang berlangsung pada bulan Desember 2017 (dia sempat mengaku lupa antara November dan Desember 2018), Oddy mengatakan telah membeli hak film tersebut dari Beno Benyamin. Jadi Oddy merasa tidak ada lagi hak yang dilanggar. Uang yang akan diberikannya merupakan sebagai bentuk kebijaksanaan semata.

Oddy juga berjanji akan memberikan dari kantong pribadinya sebesar Rp.10 juga dan akan mewakili meminta kepada Beno sebesar Rp.15 juta untuk diberikan kepada Syamsul.

Karena film akan diproduksi dalam 2 (dua) judul, Syamsul meminta agar jumlah yang ingin diberikan Oddy dilipatgandakan. Tetapi Oddy menolak. Sejak itu keduanya tidak bertemu lagi. Dua kali Syamsul mengirim surat tidak ditanggapi dan sekali somasi dari pengacaranya juga tidak digubrik, hingga gugatan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Perkaranya sudah mulai disidangkan.

“Waktu itu Oddy seolah menggertak saya, dia bilang punya hak untuk memfilmkan karena sudah membeli kepada Beno. Lho Beno itu siapa? Mungkin dia punya hak untuk mengedarkan film yang sudah jadi, tapi bukan untuk memfilmkan kembali. Kalau judul Benyamin Biang Kerok itu kan saya yang buat, itu hak saya. Harus ijin dengan saya dong!” kata lelaki berusia 83 tahun itu melalui telepon.

Syamsul menyesalkan sikap Oddy maupun PT Falcon yang tidak pernah menggubris dirinya sebelum memproduksi film. “Baru sekarang mereka bilang mau musyawarah! Dulu kenapa diam aja?” tambah Syamsul.

Tidak wajib

 Dalam pertemuan dengan penulis dan beberapa wartawan di Epicentrum Kuningan, Selasa (27/3) malam, Oddy Mulya Hidayat mengatakan tak ingin berpolemik terkait masalah gugatan tersebut. Sebagai pelaku industri film Ody ingin membuat film tanpa terganggu masalah tidak produktif.

“Saya tidak mau masalah ini jadi polemik dan berharap bisa dibicarakan secara kekeluargaan,” kata Oddy. Yang mengakui sudah mengikuti proses mediasi sebelum datangnya gugatan.

Menurut Oddy, dirinya membeli film “Benyamin Biang Kerok” dari Beno Benyamin, selaku pemilik film, sehingga seluruh hak itu berpindah, dan tidak ada kewajiban membayar kepada penulis.

“Kalau penulis minta dibayar, nanti sutradara, DoP minta dibayar juga dong!” katanya sambil tertawa. “Saya sangat berhati-hati dan tidak sembrono membuat film,” tegas produser “Dilan” tersebut.

Ody berharap masalah film “Benyamin Biang Kerok bisa diselesaikan di luar pengadilan. “Kalau tidak bisa berdamai juga, ya kami akan menempuh jalur hukum dengan menggugat balik,” katanya.

Keinginan untuk menyelesaikan masalah di luar pengadilan sudah dirintis. Usai bertemu dengan penulis, Oddy malakukan pertemuan dengan Pengacara Syamsul Fuad, Bachtiar Yusuf, SH.

Tidak jelas apa hasil pertemuan. Bachtiar Yusuf yang dihubungi melalui telepon menolak berkomentar. “Memang ada pertemuan, tapi substansinya tidak bisa saya jelaskan,” katanya singkat.

 

 

 

 

 

Share This: