Tak Terpengaruh Polemik Film “Posesif”, FFI 2017 Jalan Terus.

Ketua FFI Leni Lolang (tengah) bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjier Effendy, Ketua BPI Chand Parwez Servia (keempat darim kiri) bersama jajaran pejabat Kemdikbud dan Anggota Panita FFI lainnta.(Foto: ist)
_

Agenda kegiatan Festival Film Indonesia (FFI) 2017 terus berlanjut. Saat ini panitia tengah mempersiapkan acara puncak yang akan berlangsung di Manado, 11 November mendatang. Sedangkan polemik keikutsertaan film “Posesif” yang telah meraih 10 Nominasi, dianggap selesai.

Demikian kesimpulan hasil pertemuan Panitia FFI 2017 bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof DR Muhadjir Effendy MAP, di kantor Kemdikbud Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Dalam pertemuan itu, Ketua Panpel FFI 2017 Leni Lolang dan Ketua Dewan Juri Riri Riza Riza, Wakil Ketua Panpel FFI Totot Indrarto, didampingi Ketua BPI Chand Parwez Servia dan Wakil Ketua BPI Dewi Umaya melaporkan persiapan malam puncak FFI 2017 di Manado kepada Mendikbud Muhadjir Effendy.

Dari pihak Kemdikbud hadir Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi Ph D, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid Ph D, dan Kapusbangfilm DR Maman Wijaya.

“Pak Menteri mengijinkan semua proses persiapan dan penjurian dilanjutkan saja, termasuk keikutsertaan film Posesif. Semua sudah bagus jalan terus saja,” kata Leni Lolang sepperti tabloidkabarfilm.com, Senin (30/10/2017).

Namun demikian, lanjut Leni Lolang, ada koreksi sedikit dari Mendikbud mengenai poster film Posesif.

“Tapi itu diluar FFI. Itu ditujukan ke PH dan LSF. Karena pak Menteri sangat konsen terhadap penggunaan seragam sekolah,” ujar Leni.
Terkait munculnya polemik penjurian film Posesif, menurut Leni Lolang hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Pak Menteri merasa tidak ada masalah apa apa sih, bahkan Menteri bilang FFI sekarang bagus, ada beberapa pembaruan,” jelas Leni.
Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua FFI 2017 Totot Indrarto mengungkapkan, pertemuan dengan Mendikbud dalam rangka melaporkan seluruh proses penjurian.

“Kami melaporkan secara tertulis ke Mendikbud terkait penjurian FFI 2017 sejak awal hingga hari ini, dan menjelaskan seperti yang juga kami jelaskan dimana-mana, termasuk di CGV. Dan tidak ada masalah dengan keabsahan film Posesif,” kata Totot Indrarto dihubungi via WA, Senin (30/10/2017) pagi.

Hasil pertemuan juga menetapkan pelaksanaan Malam Puncak FFI 2017 di Manado pada tanggal 11 November 2017.

Sebelumnya, pada tanggal 25 Oktober 2017, Mendikbud sempat menerima kedatangan beberapa wartawan film yang dipimpin oleh wartawan senior Wina Armada.

Ketika itu Wina cs menjelaskan tentang keikutsertaan “Posesif” di FFI 2017 yang menurutnya telah melanggar UU Perfilman, karena ketika diseleksi oleh asosiasi dan lomunitas perfilman di beberapa bioskop mikro, film itu belum lolos sensor.

“Waktu itu Pak Menteri minta agar persoalan film Posesif diselesaikan,” kata Wina ketika ditemui usai pemutaran film Wage di Jakarta Theater, Jum’at (28/10). “Enggak tahu kenapa Menteri bisa berubah pikiran,” tambahnya.

Share This: