Tantowi Yahya Jadikan Musik Sebagai Alat Diplomasi

Tantowi Yanya (bertopi cowboy) berduet dengan Andre Hehanusa dalam sebuah acara musik dimTVRI (Foto: HW)
_

Selama ini sebagian besar orang beranggapan musik berfungsi sebagai “alat” untuk menghibur. Padahal musik memiliki fungsi yang sangat beragam.

Tantowi Yahya, ketika mengisi acara musik di TVRI (Foto HW)

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengaku menjadikan musik sebagai alat diplomasi. Kiatnya cukup efektif, karena negara tempatnya bertugas dihuni oleh etnis yang menggemari musik.

“Kebetulan saya juga bertugas menjadi Duta Besar berkuasa penuh untuk Republik Samoa dan Tonga. Orang di sana sangat “ambon” banget. Ketika kita dekati dengan musik,” mereka sangat welcome,” kata Tantowi disela launching album Tantowi Yahya Best of The Best, di KFC Kemang, Jakarta, Minggu (18/2/2018) siang.

Album berisi 15 Lagu tersebut adalah kumpulan Hits-nya plus beberapa inovasi, seperti penambahan Vokal versi duet dan tentu saja ReMastering audio master yang kualitasnya mumpuni.

Beberapa Musisi (Singer) menemaninya bernyanyi. Ada Once Mekel, Katon Bagaskara, Ikke Nurjanah, Andre Hehanusa, alm Benny Panjaitan dan sang adik, yang kini menjadi Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya.

Tantowi diangakat sebagai Duta Besar sejak 6 bulan lalu oleh Presiden Jokowi. Tugasnya adalah mewakili kepentingan Indonesia bukan hanya di Selandia Baru, tetapi juga beberapa negara kecil di Pasifik.

Dengan kemampuannya bermusik — selama ini Tantowi dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu country, Tantowi berhasil melakukan pendekatan dengan masyarakat di negara-negara Pasifik, yang kebanyakan memiliki ras polynesia, sama dengan masyarakat Papua.

Masyarakat di negara-negara Pasifik diakuinya menerima kehadirannya. Yang membuat mereka senang bertemu Tantowi karena dia selalu melakukan pendekatan dengan musik.

“Karena mereka tahu saya penyanyi, sekarang setiap ada acara para Dubes meminta saya menyanyi,” tutur kakak kandung Dirut TVRI Helmy Yahya ini.

Karier bermusik

Lelaki kelahiran Palembang, 29 Oktober 1960 ini mengaku senang bermusik sejak kecil. Bersama adiknya, Helmy Yahya, dia dibelikan gitar oleh ayahnya, seorang pedagang kacamata pinggir jalan di Palembang.

“Alat musik yang paling murah kan gitar, hampir semua orang bisa memainkannya. Kalau piano kan mahal. Nah setiap ulang tahun saya menyanyi dengan Helmy menggunakan gitar,” katanya.

Setelah dewasa ia semakin dekat dengan dunia musik, terutama sejak bekerja di perusahaan pita kaset BASF. Dia lalu mendirikan perusahaan rekaman bernama Ceepee Record. Tetapi perusahaannya hampir bangkrut, karena tidak memiliki penyanyi terkenal, dan tiga album rekaman yang diproduksi tidak laku.

Tahun 2000-an awal di tengah puncak industri musik Indonesia, ia merekam suaranya sendiri. Tetapi agak nyeleneh karena ia menyanyikan lagu lagu lama dengan irama country. Ternyata albumnya meledak..

“Mungkin karena saya menyantikan lagu-lagu lama, ada ikatan batin masyarakat dengan lagu lama. Album saya bisa menyaingi albumnya Andre Hehanusa waktu itu,” ujarnya.

Untuk album yang baru dirilis Tantowi Yahya Best of The Best, aransemen dikerjakan oleh sobatnya, Erwin Gutawa menggarap arransemen dua lagu. “Jadinya ya Country Orchestra. Selain garapan Arranger andalan saya Ricky Pangkerego,” ungkap Tantowi Yahya.

Kecuali Ike Nurjanah, Tantowi tidak memaksa seluruh penynayi lain yang terlibat untuk menyanyi dengan genre country. “Saya biarkan semua menyanyi dengan gaya masing-masing. Dan saya lihat disitulah justru keunikannya.”

Ike Nurjanah mengaku bangga dilibatkan dalam album tersebut.
Menurytnya banyak pengalaman, banyak pelajaran yang diperoleh dari kolaborasi itu.

“Ini pengalamn lur biasa. Mas Tanto adalah mentor saya untuk musik country,” kata Ike.

Andre Hehanusa menilai  Tantowi Yanya adalah penyanyi country paling hebat di Indonesia saat ini. Ketika diajak berduet dengan Tantowi, dia tidak banyak bertanya. Yang ditanya cuma tanya di mana rekamannya.

Bhakti kepada nusa dan bangsa sebagai Duta Besar New Zealand tidak lantas mengikis minatnya musiknya. Bahkan lebih kuat. Itulah figure Tantowi Yahya yang senantiasa nampak fresh, happy, ceria dan elegan. “Mari kita syukuri nikmat Tuhan, bekerja di bidang yang kita suka,” ujar mantan anggota DPR, presenter, dan Dubes itu.

Lalu mana yang lebih enak, jadi penyanyi atau jadi Dubes?

“Jadi penyanyi kepuasan batin. Jadi Dubes enak banget. Walau pun enaknya beda, 6 bulan saya di Selandia Baru semua orang saya tahu saya penyanyi country.”

“Apalagi saya Dubes untuk Samoa dan Tonga. Orangnya di sana Ambon banget. Jadi kalau kita diplomasi lagu country bisa masuk. Semua Dubes minta saya nyanyi lagu country” ungkapnya.

Share This: