Target 1juta Wisatawan, ini Langkah yang dilakukan Pemerintahan Kepulauan Seribu

_

Kepulauan Seribu merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas yang disebut Bali Baru, ditargetkan sebanyak 1juta wisatawan kepincut untuk datang ke Kepulauan yang terletak di Teluk Jakarts ini. Untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu pemerintah tengah memperbaiki beberapa aspek, untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

“Fokus kita perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat bagaimana masyarakat di Kepulauan Seribu, agar bisa berpartisipasi aktif dalam rangka peningkatan pariwisata di kepulauan seribu. Kemudian kita juga melakukan beberapa MOU dengan perguruan tinggi dengan CSR, untuk  mendorong kesiapan masyarakat dan merubah mindsetnya, bahwa kepulauan ini jadi tujuan  wisata nasional maupun internasional,” ungkap Bupati Kepulauan Seribu, H. Budi Utomo saat ditemui di Kepulauan Seribu, Jumat (12/5/2017).

Terkait infrastruktur, saat ini dikembangkan rencana induk membangun pelabuhan khusus untuk penumpang, dimana konsepnya telah dibuat dan segera digarap.

“Biasanya masuk melalui titik Muara Angke, Kali Adem, Marina dan Tanjung Pasir Tangerang. Tapi kami lihat di Kepulauan Seribu ada pintu masuk yang sangat strategis, yakni pintu masuk Bahtera Jaya yang letaknya berada di sebelah utara Pulau Sibira,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali bandara yang ada di Pulau Panjang, yang akan membantu masyarakat untuk menuju beberapa destinasi pulau yang ada di Kepulauan Seribu.

“Saat itu ada kendala. Saat ini ada keinginan untuk dihidupkan kembali. Kami juga kasih alternatif lain, bahwa yang menarik untuk dikembangkan justru terkait pesawat amphibi. Kelihatan lebih baik, karena tidak butuh infrastruktur yang besar, lebih efisien, lebih pariwisata,” paparnya.

Tak hanya sampai disitu, komitmen dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan, khususnya para divers, pihaknya juga akan memberikan berbagai edukasi terutama dalam masalah kebersihan laut. Apalgi mengingat banyaknya sampah yang ada di sekitar kepulauan,  dimana Kepulauan Seribu adalah muara 13 aliran sungai.

“Masyarakat erlu diedukasi, arena seringkali membuang sampah sembarangan. Kalau sampah masuk ke laut tentu menggangu ekosistem Kita tahu 60-70% sampah kita plastik, dan ini akan berbahaya. Jadi aksi bersih ini jadi program rutin. Jadi, bukan petugas PPSU atau petugas pantai tapi juga mendorong kesadaran masyarakat agar sadar lingkungan, budaya bersih akan membuat pulau terawat dan bersih,” ujarnya.

Tahun ini, dengan banyaknya jumlah wisatawan yang ke Kepulauan Seribu, pemerintah setempat berencana akan menempatkan beberapa regu penyelamat (rescue) untuk dapat mengontrol gerak-gerik para wisatawan yang tengah berada di air.

“Kami juga ingin bentuk pengawas pantai yang memang banyak disediakan di kawasan banyak wisatawan seperti Pulau Tidung, Pramuka, Kelapa, Harapan dan Untung Jawa. Memang ini baru kita rintis, belum cukup masyarakat kita yang terlibat menjaga keselamatan wisatawan,”jelasnya.

 

Share This: