Teguh Esha, Penulis Novel “Ali Topan Anak Jalanan” Masuk Rumah Sakit.

Teguh Esha dalam selamatan rencana produksi film "Ali Topan Anak Jalanan" di Warung Presiden Bulungan, Jakarta Selatan, 22 Mei 2015 lalu. (Foto: HW)
_

Penulis novel “Ali Topan Anak Jalanan”, Teguh Esha, dikabarkan masuk ke sebuah rumah sakit di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kabar itu disampaikan oleh kakak kandungnya Kadjat Adrai, yang juga dikenal sebagai wartawan dan penulis scenario film melalui akun facebooknya, Selasa (31/1) dinihari.

Kadjat tidak menjelaskan di rumah sakit mana Teguh dirawat. Dalam facebooknya dia hanya menulis: Adik tercinta saya Teguh Esha sdh 2 hari dirawat di RS Pasar Minggu karena diabetes. Dokter merujuk ke RS lain dan sedang dicari di mana ada kamar yg kosong.

Mohon doanya agar Allah Yg Maha Pengabul memberi Teguh kegembiraan, semangat hidup, dan dipulihkan kesehatannya seperti sedia kala.

Teguh Esha ternyata di rawat di kamar nomor 506, RSUD Pasar Minggu, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Teguh Esha  yang memiliki nama asli Teguh Slamet Hidayat Adrai lahir di  Banyuwangi, Jawa Timur, 8 Mei 1947 merupakan penulis novel Ali Topan anak Jalanan yang pernah difilmkan pada tahun 1977 dengan judul sama, dibintangi oleh Junaedi Salat, Yati Octavia, Titiek Sandhora, dan lain-lain. Film ini disutradarai oleh Teguh sendiri.

Teguh mulai terjun menjadi penulis ketika pada suatu malam. pemimpin redaksi Utusan Pemuda, Dadi Honggowongso menginap di rumahnya sambil membawa surat kabarnya. Ia membaca cerita pendek yang ada di koran itu dan kemudian mengkritik cerpen yang di muat. Kritikan Teguh tersebut membuat Dadi gusar dan balik menantangnya. Semalam suntuk ia menulis cerpen untuk membuktikan bahwa cerpen karyanya lebih baik. Setelah jadi, cerita itu ia serahkan kepada Dadi, yang ternyata memuatnya pada edisi Minggu. Pada masa itulah novel pertamanya, Gairah, dimuat di Utusan Pemuda.

 Ketika berkuliah di Fakultas Publisistik Universitas Prof Dr Moestopo Jakarta, ia bertemu dengan Deddy Armand, redaktur majalah Stop. Deddy memintanya menulis apa saja di majalahnya. Hal ini memacunya untuk menulis banyak cerita bersambung. Karena begitu produktifnya, ia mempunyai banyak nama samaran seperti Jonjon van Papagoyang dan Peranginanginan. Cerita bersambung pertamanya adalah Ali Topan Anak Jalanan yang melegenda, mulai terbit di majalah itu pada 14 Februari 1972.

Tahun 1977, ia kembali mengangkat cerita Ali Topan Anak Jalanan ke dalam sebuah novel, yang diterbitkan oleh penerbit Cypress. Penerbitan ‘Ali Topan Anak Jalanan’ pada tahun itu meledak. Dalam jangka waktu enam bulan, novel itu telah dicetak empat kali. Popularitas Teguh Esha semakin terdongkrak oleh munculnya film Ali Topan Anak Jalanan (1977) dengan bintang utama Junaedi Salat dan Yati Octavia.

Setahun kemudian, ia menulis lagu yang dinyanyikan Franky Sahilatua dan Jane Sahilatua dalam album Balada Ali Topan. Sampulnya merupakan hasil sketsa komikus Jan Mintaraga. Di tahun yang sama, ia menerbitkan Ali Topan Detektif Partikelir dan pada tahun 1979 muncul film Ali Topan Detektif Partikelir turun ke Jalan dengan bintang aktor Widi SantosoAli Topan Anak Jalanan sendiri pernah muncul sebagai sinetron sepanjang 26 episode pada 1996, dibintang Ari Sihasale. Pada tahun 2000, ia kembali menerbitkan novel Ali Topan Wartawan Jalanan.

Teguh menikah pada tahun 1980 dengan Ratnaningdiah Indrawati Santoso Brotodihardjo, cucu Soeratin Sosrosoegondo, tokoh sepak bola Indonesia, dan dikaruniai tujuh anak. Kini ia bersama keluarga tinggal menetap di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Pada masa tuanya, Teguh masih kerap menyambangi acara-acara sastra di wilayah Jakarta. Saat sakit beberapa tahun lalu,

Selain difilmkan, Novel Ali Topan juga pernah diangkat ke dalam sinetron dan ditayangkan di SCTV tahun 1998 dengan pemeran utama Ari Sihasale. Namun karena krisis ekonomi setelah terjadi kerusuhan etnis di Jakarta, pembuatan sinetron itu hanya mencapai 26 episode. Rencananya tahun ini rumah produksi Sinemart juga akan memproduksi sinetron dengan judul yang sama. ***

 

 

Share This: