Soal Penyebutan Aliran Dana ke Amien Rais, KPK Wajib Urai Fakta Persidangan

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) miliki kewajiban untuk menguraikan fakta persidangan, tanpa tendensi apapun, dan tidak melihat siapa yang terlibat dimdalamnya.

Juru bicara Febri Diansyah jelaskan hal itu untuk menjawab kontroversi yang muncul menyusul penyebutan nama tokoh politik Amien Rais dalam persidangan kasus korupsi alat kesehatan (alkes) dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.

Dalam sidang jaksa KPK menyebut ada aliran dana ke rekening Amien Rais sebesar Rp, 600 juta.

“Jadi proses persidangan sedang berjalan, sudah ditahap penuntutan. Yang ditangani KPK adalah indikasi korupsi yang dilakukan terdakwa Siti Fadilah Supari, sudah masuk proses tuntutan. Dan tentu saja KPK memiliki kewajiban untuk menguraikan seluruh fakta-fakta persidangan, mulai dari keterangan saksi pada bukti-bukti yang lain,” ungkapnya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Dijelaskan , KPK memiliki Fakta dan Bukti terkait aliran dana dari Soetrisno Bahir ke Amien Rais sebesar Rp600 juta yang berasal dari Soetrisno Bachir Foundation (SBF) yang kemudian menjadi pembicaraan yang hangat akhir-akhir ini.

Menurutnya ada keterangan saksi dan bukti rekening koran, yang tidak mungkin ditampilkan dalam proses persidangan . Ada rangkaian yang dipandang oleh Jaksa Penuntut Umum KPK saling terkait satu dengan yang lainnya. Yaitu pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada tahun 2005, yang dilakukan dengan oleh Siti Fadillah terhadap PT Indofarma sebagai buffer stock di Kementerian Kesehatan.

Febri menambajkan, ada indikasi aliran dana dari PT Mitra Medidua ke sejumlah pihak, termasuk ke Sutrisno Bachir Foundation (SBF) yang kemudian ada aliran dana pada sejumlah pihak.

“Nanti diputuskan fakta mana yang terbukti dan tidak terbukti. Nanti kami sampaikan bahwa konstruksi perkara seperti apa hanya bisa diliat di persidangan. Kalo diminta untuk menjelaskan kami putuskan jelaskan. Yang pasti ada komitmen, ada dukungan KPK secara kelembagaan meskipun ada aliran dana dan sebagainya. Saya sampaikan bahwa memang itu ada bukti dan di rekening saksi terkait aliran dana tersebut,” jelas Febri.

KPK berharap, konteks dari fakta persidangan itu bisa diproses dan diselesaikan pada proses persidangan. Sedangkan untuk hal-hal yang lain, agar kemudian tidak salah persepsi , kata Febri, hal ini perlu dijelaskan pada sore hari ini.

“Tadi kita sampaikan bahwa yang jadi fokus pihak jaksa untuk membuktikan perbuatan dari terdakwa, karena itu kita butuhkan penyampaian-penyampaian informasi tersebut,” tukasnya.

Nama Amien muncul dalam pembacaan tuntutan terhadap Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari, terkait penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Mantan petinggi PAN tersebut telah menerima uang sebesar Rp600 juta yang diterima dari SBF diklaim sebagai uang tugas operasional Amien.

“Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain,” ungkap Amien saat menggelar Konferensi Pers di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6) lalu.

Uang sebesar Rp600 juta itu disalurkan oleh Nuki Syahrun melalui SBF. Dimana Nuki merupajan ketua SBF yang juga ipar dari Soetrisno Bahit yang saat itu menjabat sebagai Ketua PAN (2005-2010).

Suami Nuki, Rizaganti Syahrun merupakan teman dari Direktur Utama PT Mitra Media dua, yakni Andi Krisnamurti yang menjadi suppliere alat kesehatan bagi PT Indofarma Tbk selaku pemenang pengadaan Alat Kesehatan untyk Buffer Stock di Kemenkes.

Kala itu, Nuki memerintahkan Sekertaris Yayasan SBF Yurida Adlani untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma Tbk kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah salah satunya Amien Rais.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ali Fikri disebutkan bahwa Amien menerima transfer Rp600 juta tersebut sebanyak enam kali ke rekeningnya. Dimana setiap kali transfer Amien menerima uang sebesar Rp100 juta.

 

Share This: