KPK: Kamiasih Percaya Kepolisian Untuk Mengungkap Kasus Novel

_

Langkah polisi untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dinilai berjalan lambat, sehingga muncul desakan dari masyarakat agar dibentuk tim independen, untuk menangani kasus tersebut.

Namun KPK belum merespon keinginan tersebut. KPK masih mempercayakan penanganan kasus Novel kepada pihak kepolisian.

“Munculnya desakan dari masyarakat untuk membentuk tim independen,  kita akan bantu. Tapi sejauh ini kami masih mempercayakan kasus ini ke Polri, karena mereka punya kompetensi yang lebih dari KPK. KPK kan hanya masalah korupsi saja,” ungkap Wakil Pimpinan KPK, Alex Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

 

Menurut Marwata, saat ini pimpinan KPK belum membicarakan terkait adanya tekanan pembentukan tim independen ini.

“Saat ini kami tetap fokus pada penanganan kasus perkara korupsi. Bukan domainnya kesana, kalau kami punya informasi kira-kira siapa sih orangnya, baru kami bisa kasih tahu. Apakah terkait penanganan kasus, lalu kita cari kasus apa saja yg ditangani oleh Novel. Nah kita bisa kasih informasi. Dari situ mungkin penyidik kepolisian bisa mengembangkan kalau kasus  yang ditangani berpotensi tekait ini, ini, ini.,” paparnya.

Meskipun penanganan kasus penyerangan terhadap Novel terkesan lamban, karena sudah memasuki hari ke-36 belum menemui titik terang, KPK  masih melihat keseriusan dari pihak kepolisian untuk mengungkap aktor dibalik penyerangan novel ini.

“Kita tidak bisa memberikan batas waktu. Misalnya satu atau dua bulan. Semuanya tergantung pada kecukupan alat bukti. Jadi bukan masalah waktunya, tapi kecukupan alat buktinya itu yg membuat persoalan atau perkara itu lama diungkap,” jelasnya.

Marwata menilai,  wajar apabila pihak keluarga Novel yang merasa kecewa dengan lambannya penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian hingga saat ini.

“Menurut saya kecewa itu wajar. Saya pun kalau ada keluarga seperti itu dan tidak terungkap, juga pasti kecewa. Tetapi kita harus proporsional juga dalam menyikapi berbagai kejadian dan kasus pak Novel ini. Kita paham bahwa perkara ini satu, mungkin alat buktinya belum cukup. Saksinya kan tidak ada pas kejadian. Kita memahami kekecewaan keluarga, tapi apa yang bisa kami bantu di KPK kami bantu, kita terbuka,” jelasnya.

 

 

Share This: