Tersangka kasus BLBI Ajukan Pra Peradilan kepada KPK

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadapi pra peradilan yang diajukan oleh tersangka kasus BLBI, Syafrudin Temenggung atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Syafrudin Temenggung merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), .

“Per 8 Mei kami terima panggilan Praperadilan dari tersangka BLBI yakni SAT, yang diagendakan persiangan pertama pada 15 Mei 2017, dan kami akan hadapi itu,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

 

Menurut Febri,  pra peradilan yang diajukan Syarifuddin kepada KPK bukan wewenang KPK, mengingat kasus ini berada di ranah perdata. Undang-undang KPK juga tidak mengatur hal itu,  atau azas retroaktif (berlaku surut).

“Secara rinci kami akan jawab pada sidang pra peradilan,  karena kami pastikan ada di pra peradilan yang diajukan, tapi kami sudah jelaskan ruang lingkup yang kami lakukan adalah 2002-2004,” ungkapnya.

Ia melanjutkan dalam kasus tersebut pihaknya tidak bicara perjanjian perdata, melainkan indikasi adanya penerbitan SKL oleh pejabat tertentu dalam hal ini tersangka bersama-sama yang lain.

“Sementara obligor BLBI Syamsul Nursalim belum melunasi kewajiban, sehingga ada kerugian 3,7 triliun.  Kami akan pelajari, termasuk mengenai aturan berlaku surut,  dan ranah perdata maupun pidana. Pejabat publik punya kewenangan. Tapi apakah (kewenangan itu) dilaksanakan secara benar atau sewenang-wenang,” paparnya.

Febri menjelaskan,  KPK akan menunjukkan bukti-bukti yang ada, mengingat KPK memiliki kewajiban saat meningkatkan ke penyidikan harus ada syarat bukti permulaan yang cukup. Namun ia tidak bisa secara rinci menjelaskan, karena itu ranah pokok perkara yang seharusnya di Pengadilan Tipikor.

Untuk proses penyidikan terhadap SAT, lanjut Febri, akan terus berjalan meskipun pihak penggugat, SAT, mengajukan pra peradilan tersebut.

“Tidak menghentikan proses penyidikan, hal yang sama saat MSH pra peradilan, kami tetap melakukan penyidikan,” tukas Febri tentang pra peradilan yang diajukan.

 

Share This: