Tersangka Korupsi Alkes di Universitas Udayana Ditahan KPK

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Direktur Utama PT Duta Graha Indonesia (DGI), Dudung Purwadi (DPW). Penahan dilakukan setelah KPK memeriksa Dudung selama kurang lebih   jam. Ke luar dari ruang pemeriksaan, Dudung langsung mengenakan rompi rompi kuning. Oleh petugas langsung dimasukan ke mobil tahanan dan dibawa ke Rutan Guntur, Jakarta Selatan. Wartawan yang berusaha mengajukan pertanyaan, tidak dijawab.

“DPW ditahan di rutan KPK Cabang Guntur untuk 20 hari ke depan,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Kuasa hukumnya, Soesilo Ariwibowo mengungkapkan, penyidikan yang dilakukan terhadap kliennya baru tahap awal pemeriksaan. Menurut Soesilo, kliennya tidak mengetahui apa-apa dalam kasus yang dituduhkan KPK.

“Sebenarnya untuk Udayana, Pak Dudung sendiri tidak paham apa perannya. Karena Pak Dudung sendiri tidak kenal siapapun di situ. Dengan rektor juga gak kenal, PPK juga gak kenal, banyak yang tidak kenal,” kata Soesilo.

Dudung Purwanto adalah satu dari tiga tersangka kasus korupsi alkes Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali tahun 2015.  KPK menetapkan Dudung Purwadi  sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan RS Pendidikan Udayana TA 2009-2011. Dia diduga melakukan kongkalikong untuk memenangkan tender proyek pengadaan alat kesehatan itu.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka selain Dudung Purwanto dalam kasus perkara Tipikor proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Universitas Udayana, Bali. Masing-masing adalah Marisi Martondang, Direktur Utama PT. Mahkota Negara dan Made Meregawa, Kepala Biro Administrasi Umum dan dan Keuangan Universitas Udayana.

Total nilai proyek pengadaan Alkes di Universitas Udayana Bali tersebut diperkirakan sekitar 16 miliar rupiah. Namun anggaran tersebut diduga sengaja “digelembungkan” sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar 7 miliar rupiah.

 

Share This: